Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Purbaya Yudhi Sadewa:

MBG untuk Anak Orang Kaya Disetop Bisa Pangkas Anggaran Negara

KAMIS, 23 JULI 2026 | 17:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai rencana penghentian pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa dari keluarga mampu atau kelompok desil 8 hingga 10 berpotensi menghasilkan penghematan anggaran negara.

Meski demikian, Purbaya menegaskan, pemerintah masih menunggu hasil kajian dan mekanisme pelaksanaan yang tengah disusun oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Pasti ada kurang (anggaran), penghematan lah, bukan potong, tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.


Menurut Purbaya, jika siswa dari keluarga mampu tidak lagi menjadi penerima manfaat MBG, kebijakan tersebut kemungkinan akan diterapkan pada sekolah-sekolah tertentu. Namun, proses pendataan penerima manfaat maupun mekanisme pelaksanaannya sepenuhnya menjadi kewenangan BGN.

"Kalau ada anak orang kaya, sekolah-sekolah yang bagus-bagus, mungkin nanti kalau mereka bilang mereka nggak mau, ya sudah enggak dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya," kata Purbaya.

Sementara itu terkait besaran penghematan anggaran dari kebijakan tersebut masih akan dihitung oleh BGN. Pemerintah, kata dia, mendukung setiap upaya yang dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG tanpa harus memangkas anggaran secara langsung.

Ia juga mengaku belum menjadwalkan pertemuan dengan Kepala BGN Sudaryono yang baru dilantik.

"Kita biarkan konsolidasi dulu, begitu sudah itu ya ketemu. Ini masih konsolidasi, tadinya mau minggu ini, tapi kan rupanya ganti, masih konsolidasi, masa saya ganggu? Kan biar tenang dulu," kata Purbaya.

Terkait kabar efisiensi anggaran MBG yang disebut mencapai sekitar Rp40 triliun, Purbaya mengaku belum mengetahui angka pastinya. Menurutnya, evaluasi masih terus dilakukan dan kemungkinan masih akan ada penyesuaian.

"Saya enggak motong, pokoknya kita dukung supaya efektif. Nanti ya, minggu depan mungkin saya ke sana," tandas Purbaya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

KPK Panggil Pejabat Perum Bulog di Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:27

DPR Terima Masukan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan, FSP BUMN Bersatu Ikut Hadir

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:22

GOTO Bantah Didepak MSCI karena Kinerja, Sebut Keputusan Bersifat Teknis

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:17

Bos Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Saat Penggerebekan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:11

KPK Periksa Ketua DPD PAN Jakut Bebizie Sri Mulyati di Kasus Rita Widyasari

Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05

Penangguhan Bansos Pelaku Judol Harus Beri Efek Jera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33

Calon Hakim Agung Hari Sih Advianto Tawarkan Desain Baru Hukum Pajak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:28

Pemberdayaan Perempuan Lewat MBG Perkuat Kesejahteraan Keluarga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:24

Ini Alasan MSCI Depak GOTO dari Indeks

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:20

Bantah Kejar Pajak Kontrakan, Purbaya: Nggak Ada Perintah Itu

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:17

Selengkapnya