Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Politik

Bukan soal Akpol atau Non-Akpol, yang Dicari Sosok Jujur dan Berintegritas

KAMIS, 23 JULI 2026 | 15:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wacana pergantian Kapolri mulai mengemuka. Presiden Prabowo Subianto dinilai sudah saatnya melakukan regenerasi di tubuh Polri dengan menunjuk kader terbaik sebagai pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pandangan itu disampaikan Akademisi Fakultas Hukum IBLAM Jakarta, Theo M. Yusuf. Menurutnya, pergantian Kapolri merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan.

Theo menegaskan, pergantian bukan berarti mengabaikan capaian maupun integritas Listyo Sigit selama menjabat. Namun, setiap jabatan memiliki batas waktu dan perlu diisi oleh generasi berikutnya.


"Pak Listyo punya prestasi dan integritas. Tetapi semua jabatan ada batas akhirnya. Beliau sudah menjabat sejak era Presiden Joko Widodo," kata Theo, dikutip Kamis 23 Juli 2026.

Ia berharap Kapolri yang baru nantinya mampu membangun sinergi yang kuat dengan Presiden. Sebab, sebagai pembantu presiden di bidang keamanan, Kapolri harus memiliki visi dan langkah yang sejalan dengan kepala negara.

Theo juga menilai polemik mengenai calon Kapolri harus berasal dari Akademi Kepolisian (Akpol) atau non-Akpol tidak perlu diperdebatkan.

Menurutnya, penunjukan Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden. Yang terpenting, sosok yang dipilih berasal dari jajaran perwira tinggi Polri, memiliki rekam jejak yang baik, jujur, serta berintegritas.

"Ini adalah jabatan politik yang berada di bawah Presiden. Presiden berhak menentukan siapa yang dianggap paling tepat. Tidak ada aturan dalam undang-undang yang mewajibkan Kapolri harus berasal dari kelompok tertentu. Yang penting, pilih jenderal terbaik di Polri," pungkas Theo.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya