Berita

Dialektika Demokrasi bertajuk "AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?" di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juli 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR Wanti-wanti Dampak Ekonomi Buntut Konflik AS-Iran-Israel

KAMIS, 23 JULI 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel berpotensi meluas hingga menyeret negara-negara lain. Kondisi itu bukan hanya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan dan perekonomian global.

"Ini menjadi keprihatinan yang luar biasa karena berpotensi meluas secara regional bahkan global," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono secara virtual dalam Dialektika Demokrasi bertajuk "AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?", Kamis 23 Juli 2026.

Legislator Golkar itu menegaskan, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan memiliki posisi non-blok harus terus mendorong seluruh pihak menahan diri. Siklus serangan dan aksi balasan, kata dia, harus segera dihentikan melalui jalur diplomasi.


Menurut Dave, penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog yang terbuka dengan tetap menghormati hukum internasional. Ia menilai penggunaan kekuatan militer hanya akan memperpanjang konflik tanpa memberikan solusi yang berkelanjutan.

"Diplomasi tetap menjadi pilihan yang paling realistis untuk menciptakan perdamaian," kata Dave.

Selain mendorong upaya perdamaian, Dave mengingatkan pemerintah agar menjalankan kewajiban konstitusional dalam memberikan perlindungan kepada WNI yang berada di kawasan konflik. Pemerintah juga diminta menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi keamanan semakin memburuk.

Di sisi lain, Dave menilai konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia. Lonjakan harga minyak dan gas diperkirakan akan meningkatkan biaya transportasi, mengganggu rantai pasok global (global supply chain), hingga menekan daya beli masyarakat.

"Kenaikan harga energi akan berdampak terhadap perdagangan, biaya logistik, dan perekonomian. Jika kondisi ini terus berlangsung, ketidakpastian global dapat memperlambat perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi," kata Dave.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya