Berita

Pengusaha tembakau asal Madura, Jawa Timur, H. Khairul Umam alias Haji Her. (Foto: RMOL)

Politik

Pengakuan Haji Her Bukti Biaya Politik Masih Mahal

KAMIS, 23 JULI 2026 | 14:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

  Pengusaha tembakau asal Madura, Jawa Timur, H. Khairul Umam alias Haji Her, mengaku menghabiskan sekitar Rp38 miliar untuk mendukung Khofifah Indar Parawansa pada Pilkada Jawa Timur 2024 menarik perhatian.

Politikus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, menilai pengakuan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa biaya politik di Indonesia masih sangat mahal.

Anas mengingatkan bahwa ada regulasi yang mengatur batas maksimal sumbangan dana kampanye.


"Jika merujuk aturan, batas sumbangan untuk korporasi adalah Rp750 juta dan perorangan Rp75 juta per penyumbang kumulatif," kata Anas  lewat akun X miliknya, Kamis, 23 Juli 2026.

Namun demikian, ia menegaskan pengakuan yang muncul setelah tahapan Pilkada selesai tidak serta-merta dapat dijadikan dasar penegakan hukum terhadap proses yang telah berlalu.

"Data atau pengakuan yang muncul pasca pilkada tidak bisa ditarik ke belakang dalam konteks penegakan hukum pilkada," ujarnya. 

Pengakuan Haji Her ini menjadi salah satu indikasi bahwa ongkos kontestasi politik masih tinggi.

Anas menduga, fenomena tersebut tidak hanya terjadi pada Khofifah, tetapi sangat mungkin juga ditemukan di banyak kontestasi Pilkada lainnya jika ditelusuri lebih jauh.

"Jika didalami, perihal seperti ini tidak khas Mbak Khof-Haji Her. Sangat mungkin terjadi di banyak pilkada," pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya