Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

BUMI Pimpin Reli Saham Grup Bakrie, DEWA Tak Mau Ketinggalan

KAMIS, 23 JULI 2026 | 13:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham emiten pertambangan milik Grup Bakrie kompak menguat pada sesi I perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. 

Hingga sekitar pukul 13.06 WIB, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sama-sama mencatat kenaikan dua digit, meski dengan karakteristik pergerakan yang berbeda.

BUMI, emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, menjadi bintang dengan kenaikan paling tinggi. Saham  melonjak 15 persen ke level Rp194 per saham, naik dari penutupan sebelumnya di Rp168. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini dibuka di harga Rp169, dan sempat menyentuh level tertinggi Rp196. 


Lonjakan tersebut diiringi aktivitas perdagangan yang sangat ramai. Pantauan RMOL, sebanyak 67,89 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,23 triliun dalam 110.071 kali transaksi. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp72,04 triliun, BUMI kini menempati peringkat ke-5 di industri terkait dan ke-34 di seluruh emiten Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), emiten yang bergerak di bidang jasa pertambangan (mining contractor), juga mencatat penguatan signifikan. Hingga pukul 13.06 WIB, saham naik 10 persen ke level Rp486 per saham dari posisi penutupan sebelumnya di Rp440.

DEWA dibuka di Rp438, sempat menyentuh level terendah Rp436, lalu terus menguat hingga mencapai harga tertinggi Rp486, yang juga menjadi posisi terakhir saat data diperbarui.

Dari sisi transaksi, volume perdagangan DEWA mencapai 14,67 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp691,9 miliar dalam 81.218 kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp19,77 triliun, menjadikannya emiten dengan kapitalisasi terbesar kedua di industrinya dan berada di peringkat 101 dari seluruh perusahaan tercatat di BEI.

Meski sama-sama bergerak di sektor pertambangan, kedua saham menunjukkan profil yang berbeda. BUMI unggul dari sisi kenaikan harga, likuiditas, nilai transaksi, dan kapitalisasi pasar. 

Sebaliknya, DEWA tampil lebih menarik dari sisi valuasi. Emiten kontraktor tambang tersebut memiliki price to earnings (PE) ratio sekitar 4 kali, jauh lebih rendah dibandingkan BUMI yang mencapai 48 kali, sehingga secara valuasi terlihat lebih murah.

Penguatan dua saham Grup Bakrie ini sekaligus menunjukkan tingginya minat investor terhadap sektor pertambangan pada perdagangan siang hari.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya