Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Direktur FBI Kash Patel (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Direktur FBI Serahkan Sejumlah Artefak Budaya Indonesia ke Prabowo di Kertanegara

KAMIS, 23 JULI 2026 | 09:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, di kediamannya di Kertanegara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon yang yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa Kash Patel secara langsung menyerahkan sejumlah artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI.

“Pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul, maka benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Pak Presiden Prabowo Subianto," ujar Fadli Zon dalam konferensi pers usai pertemuan.


Fadli menjelaskan, artefak yang dipulangkan berasal dari Papua, yakni warisan budaya masyarakat suku Dani, suku Asmat, dan suku Danau di kawasan Danau Sentani. 

Menurutnya, benda-benda tersebut memiliki nilai historis sekaligus identitas budaya yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. 

“Saya kira ini merupakan benda-benda yang sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan upaya kita untuk memulihkan kedaulatan budaya kita," lanjutnya.

Menbud menambahkan, kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pemulangan benda budaya bukan kali pertama dilakukan. Selama ini, FBI telah membantu mengembalikan sejumlah artefak penting Indonesia yang dicuri, termasuk arca-arca perunggu serta berbagai benda bersejarah dari sejumlah situs budaya. 

"Kita harapkan kerja sama dengan FBI terutama terkait dengan repatriasi, restitusi benda-benda budaya ini ke depannya akan semakin kuat, didukung juga oleh Sekneg dan juga Kementerian Luar Negeri," tuturnya.

Pemerintah, lanjut Fadli, memandang repatriasi artefak sebagai bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya nasional sekaligus memperkaya pemahaman masyarakat terhadap sejarah bangsa. 

"Saya kira ini adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita untuk menyempurnakan pengetahuan budaya, dan kita tentu akan ekshibit ini, akan mempamerkan ini di Museum Nasional," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya