Berita

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: RMOL/Alifia Alifia)

Politik

Dody Gandeng BKN Bereskan Masalah ASN PU, dari Absensi hingga Judi Online

RABU, 22 JULI 2026 | 22:19 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperkuat kualitas dan integritas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU.

Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Dody dengan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

Dody mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di lingkungan Kementerian PU. Selain masalah kedisiplinan dalam absensi, ia juga menyoroti adanya pegawai yang terlibat judi online.


"Mungkin di beberapa kesempatan lalu kan teman-teman sudah dengar semua di sini ada banyak masalah. Ada masalah absen, ada masalah judol, dan seterusnya," ujar Dody kepada wartawan.

Menurutnya, pertemuan dengan BKN difokuskan untuk mencari solusi agar berbagai persoalan tersebut dapat diselesaikan sehingga kualitas ASN Kementerian PU terus meningkat.

"Nah itu kita lagi diskusi bagaimana masalah-masalah itu kita bisa selesaikan dan Kementerian ini, terutama ASN-nya itu dari waktu ke waktu bisa lebih baik lagi dan lebih maju lagi. Itu adalah gambaran besarnya," lanjutnya.

Dody mengungkapkan Kepala BKN telah menyampaikan sejumlah usulan yang akan menjadi dasar kerja sama antara kedua instansi. 

Bahkan, Zudan disebut menyerahkan konsep dalam dua lembar yang berisi berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas dan integritas ASN di Kementerian PU.

"Banyak hal tadi disampaikan, tadi beliau menyampaikan disikat bakti ASN-PU. Lupa saya bakti itu singkatan apa. Tapi ada tadi sudah menyampaikan ide atau usulan apa-apa yang bisa dikerjakan bersama antara Kementerian PU dan BKN untuk mampu memperbaiki kualitas dan integritas ASN di Kementerian PU," katanya.

Selain itu, Dody juga mengungkapkan pihaknya menemukan adanya ribuan pegawai yang diduga melakukan manipulasi data absensi. Karena itu, Kementerian PU kini tengah membenahi sistem kehadiran pegawai agar praktik serupa tidak kembali terjadi.

"Jadi ada proses lah di internal kami yang mesti kami kerjakan dan ya nggak perlu saya buka-buka publik," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya