Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Kekayaan Kepala BGN Sudaryono Melejit Rp22,5 Miliar dalam Setahun

RABU, 22 JULI 2026 | 21:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kekayaan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik, Sudaryono meroket hingga Rp22,53 miliar hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan penelusuran RMOL pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 22 Juli 2026, lonjakan harta bersih tersebut tercatat menjelang dirinya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto memimpin BGN menggantikan Naniek Sudaryati Deyang.

Saat awal menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) per 20 Januari 2025, Sudaryono melaporkan total harta sebesar Rp69,33 miliar dengan tanggungan utang Rp60,47 miliar, sehingga kekayaan bersihnya saat itu tercatat sebesar Rp8,86 miliar.


Namun, pada LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan per 29 Maret 2026, total aset Sudaryono melonjak drastis menjadi Rp91,76 miliar. Meski masih memiliki utang sebesar Rp60,36 miliar, nilai total kekayaan bersihnya naik signifikan menjadi Rp31,39 miliar.

Penyumbang terbesar lonjakan harta mantan Wamentan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya melesat dari Rp50,29 miliar menjadi Rp69,69 miliar, atau bertambah Rp19,4 miliar.

Kenaikan tersebut dipicu masuknya lima aset properti baru, antara lain tiga bidang tanah di Kabupaten Bogor masing-masing senilai Rp4 miliar, Rp4 miliar, dan Rp3 miliar, serta dua bidang tanah di Jakarta Selatan yang masing-masing bernilai Rp4,2 miliar.

Tak hanya properti, aset alat transportasi Sudaryono turut bertambah. Dari semula tiga unit mobil senilai Rp750 juta, kini menjadi lima kendaraan senilai Rp1,07 miliar seiring bertambahnya satu unit sepeda motor dan satu unit Toyota Innova keluaran 2023.

Di sisi lain, kas dan setara kas milik Sudaryono ikut terdongkrak dari Rp8,40 miliar menjadi Rp13,34 miliar, sedangkan nilai surat berharga miliknya naik tipis dari Rp7,55 miliar menjadi Rp7,64 miliar. Sementara itu, kategori harta bergerak lainnya tercatat nihil dari yang sebelumnya dilaporkan sebesar Rp2,32 miliar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya