Berita

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (Foto: RMOL)

Publika

Mengenal Lalu Ahmad Zaini yang Terkenal Alim

RABU, 22 JULI 2026 | 14:50 WIB

INILAH kisah Bupati Lombok Barat, Haji Lalu Ahmad Zaini (LAZ). LAZ baru saja diciduk KPK bersama barang bukti senilai Rp9,06 miliar.

Konon, kalau kesalehan bisa diukur setinggi Bukit Malimbu, mungkin nama LAZ ini sudah dipahat memakai huruf emas. Kalau kebaikan mengalir sejernih mata Air Narmada, airnya mungkin minta izin mampir ke rumah beliau sebelum mengaliri warga. 

Rajin ibadah, aktif organisasi Islam, suka sedekah, teknokrat air minum, Ketua Perpamsi, Bupati Lombok Barat, kekayaan Rp25,56 miliar tanpa utang. Pokoknya paket komplet. 


Nyaris seperti malaikat yang salah turun koordinat. Warga mungkin tinggal menunggu kapan burung-burung di Hutan Sesaot mengangkatnya menjadi ketua pengajian.

Lahir di Praya pada 27 Juni 1970, lulusan Universitas Islam Al-Azhar Mataram dan Magister Teknik UGM. Kariernya melesat dari Direktur PDAM Lombok Barat, Direktur PDAM Giri Menang, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Perseroda, hingga Ketua Umum Perpamsi. 

Politik kemudian meminangnya lewat PAN. Pilkada 2024 dimenangkan bersama Nurul Adha dengan 107.340 suara atau 28,05 persen. 

Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Bupati Lombok Barat periode 2025–2030. Kalau riwayat hidup beliau dijadikan brosur wisata, mungkin lebih laris dari paket liburan ke Gili Nanggu.

Lalu datanglah final Piala Dunia 2026. Masih sempat nobar Argentina melawan Spanyol sampai menjelang subuh bersama pejabat daerah. Barangkali masih sibuk membahas VAR. Eh, beberapa jam kemudian semesta mengeluarkan VAR versi KPK. Tayangan ulangnya bukan gol, melainkan dugaan suap proyek.

Senin 20 Juli 2026, tim KPK bergerak senyap. Bukan naik cidomo, bukan pula naik perahu menuju Gili Gede, tetapi langsung menyusuri jejak transaksi proyek yang sudah lama dipantau. Ruang kerja bupati dan Kepala Dinas PUPR disegel. Sebanyak 19 orang diamankan, lalu delapan dibawa ke Jakarta. Malam harinya status perkara naik ke penyidikan.

Keesokan harinya, Selasa 21 Juli 2026, Gedung Merah Putih KPK menjadi panggung yang jauh lebih menegangkan dari final Piala Dunia. 

Dalam konferensi pers resmi, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Lombok Barat LAZ, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Sudirman, dan Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani. 

Yang bikin rakyat mengelus dada bukan cuma status tersangkanya. Nilai barang bukti yang disita mencapai lebih dari Rp9,06 miliar. Isinya bukan sekadar uang tunai, tetapi juga sertifikat tanah, sebuah Toyota Alphard, hingga kuitansi pembelian tanah atas nama istri bupati. Seolah-olah KPK sedang membuka gudang properti, bukan ruang barang bukti.

Belum selesai sampai di situ. KPK juga mengungkap modus terdengar seperti naskah film komedi hitam. Dana sekitar Rp2,25 miliar diduga disembunyikan di sebuah rumah sakit dengan dalih pembelian saham dan kebutuhan operasional bupati. Rumah sakit mestinya menyembuhkan pasien, malah hampir dijadikan ruang perawatan uang. Mungkin uangnya juga ikut diperiksa tekanan darahnya.

Lalu muncul babak yang lebih mengejutkan lagi. KPK menduga terdapat 55 bidang tanah milik sang bupati belum tercantum dalam LHKPN. Lima puluh lima bidang. Itu bukan lagi koleksi, melainkan hampir seperti sedang main monopoli versi Pulau Lombok. Kalau setiap bidang ditanami pohon kelapa, mungkin monyet-monyet di Pusuk Pass bisa membuka koperasi sendiri.

Seketika Bukit Malimbu seperti ingin menunduk. Pantai Senggigi mungkin memilih ombaknya berhenti sebentar karena malu. Ayam taliwang pun barangkali kehilangan selera pedasnya. Sebab yang lebih membakar ternyata bukan cabai, melainkan kabar dugaan korupsi.

Koruptor memang makhluk paling unik. Di depan mimbar berbicara amanah, di belakang meja menghitung persentase. Senyumnya selembut pasir putih Gili Nanggu, tetapi proyek daerah dipeluk lebih erat dari dompet sendiri. Rakyat disuruh hemat listrik, hemat air, hemat belanja, sementara sebagian pejabat justru paling hemat rasa malu.

Lombok Barat semestinya dikenal karena pantainya indah, bukitnya memesona, dan alamnya memikat. Bukan karena rompi oranye menjadi suvenir paling viral. Sebab setinggi apa pun seseorang dipuji, ketika integritas ambruk, jatuhnya lebih keras dari kelapa tua yang lepas dari pohon. 

Kali ini, destinasi akhirnya bukan Pantai Senggigi, melainkan ruang pemeriksaan KPK. Itu satu-satunya tempat wisata tidak pernah ingin dikunjungi siapa pun.

Rosadi Jamani
Mantan Wartawan

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya