Berita

Pengenalan Jajaran Eselon 1 baru Badan Gizi Nasional (BGN) dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Selasa, 21 Juli 2026. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

BGN Lantik Lima Deputi Baru Termasuk Mantan Kapuspenkum Kejagung

SELASA, 21 JULI 2026 | 18:50 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melantik lima pejabat tinggi madya atau deputi baru untuk memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mempercepat perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, pengangkatan para pejabat tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden sesuai Pasal 59 Perpres Nomor 83 tentang Badan Gizi Nasional yang memberi kewenangan kepada Presiden untuk menunjuk langsung pejabat tinggi madya.

“Kemarin sore kami mendapat Keppres yang ditandatangani Bapak Presiden mengangkat beliau-beliau ini sebagai pejabat tinggi madya di lingkungan BGN. Kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN dan memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis,” kata Agustina dalam konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Selasa, 21 Juli 2026.


Lima pejabat yang dilantik yakni Dr. Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Dr. Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Dr. Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.

Menurut Agustina, pemilihan setiap pejabat didasarkan pada rekam jejak dan kompetensi masing-masing. Prima Hutapea, misalnya, dinilai memiliki pengalaman luas dalam mengelola program imunisasi nasional di Kementerian Kesehatan sehingga dianggap tepat membangun sistem penetapan sasaran penerima manfaat MBG berbasis by name by address.

Sementara itu, Zainuri yang berasal dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dipercaya membenahi sistem penyediaan dan penyaluran anggaran MBG agar lebih transparan dan akuntabel. 

“Kami akan memastikan setiap rupiah anggaran dikelola dengan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegas Agustina.

Untuk aspek pengawasan, Ketut Sumedana dipilih karena memiliki pengalaman lebih dari 28 tahun di kejaksaan.

Agustina berharap mantan humas Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung itu mampu memperkuat pengawasan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, hingga mengidentifikasi potensi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Agustina optimistis komposisi pimpinan baru akan memperkuat kapasitas kelembagaan BGN dalam menjalankan program prioritas Presiden. 

“Dengan tim yang seperti sekarang ini kami yakin program ini ke depan akan lebih baik lagi. Kami memang tidak bisa serta-merta mengembalikan keadaan menjadi sempurna, tetapi kami mohon waktu untuk terus melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya