Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Politik

Purbaya Menolak Ungkap Tambahan Anggaran TKD Tunggu Restu Presiden

SELASA, 21 JULI 2026 | 16:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak membocorkan besaran tambahan anggaran untuk belanja Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN 2026. 

Menurutnya, angka tersebut masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto serta koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Saya mesti dapat izin dari Bapak Presiden dan juga komunikasi nanti dengan Kemendagri," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa 21 Juli 2026.


Purbaya menegaskan, pemerintah saat ini masih memverifikasi daerah yang benar-benar mengalami keterbatasan kas sebelum memutuskan penyaluran tambahan dana.

Ia mengaku tidak ingin mengulangi pengalaman sebelumnya, ketika sejumlah daerah mengklaim kekurangan anggaran, tetapi dana yang telah disalurkan justru mengendap di rekening perbankan.

"Kita memang memeriksa daerah-daerah mana aja yang gak punya duit. Kita kan ngeliat uang mereka di bank seperti apa, dipakai apa enggak," kata Purbaya.

Selain mengecek kondisi kas pemerintah daerah, Kementerian Keuangan juga akan berkoordinasi dengan Kemendagri agar tambahan anggaran yang diusulkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

"Komunikasi dengan Kemendagri betul enggak yang kita propose itu. Jadi belum bisa saya beritahu sekarang," tandas Purbaya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa pemerintah akan menambah anggaran TKD secara selektif. Tambahan dana itu diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, seperti penanganan bencana untuk menjaga ruang fiskal sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran daerah.

Sementara itu, berdasarkan laporan APBN KiTa, realisasi transfer ke daerah hingga semester I 2026 atau per 30 Juni mencapai Rp357,4 triliun. Angka tersebut turun 11,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp402,5 triliun.

Di sisi lain, pagu TKD dalam APBN 2026 juga mengalami penyusutan menjadi Rp693 triliun dari Rp919,9 triliun pada APBN 2025.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya