Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran TNI-Polri Jika Defisit Terganggu

SENIN, 20 JULI 2026 | 21:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang memangkas anggaran TNi dan Polri apabila kondisi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami tekanan. 

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri agenda di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Purbaya, hingga kini belum ada pembahasan serius mengenai besaran maupun mekanisme pemangkasan anggaran kedua institusi tersebut. 


Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang evaluasi apabila stabilitas fiskal mengharuskannya. 

"Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau emang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," ujar Purbaya.

Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan candaan soal kemungkinan mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian demi mempercepat penghapusan kemiskinan. 

Pernyataan itu disampaikan saat memimpin panen raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026, di hadapan jajaran TNI dan Polri.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus melakukan efisiensi belanja negara agar semakin banyak anggaran yang dapat dialihkan ke program-program produktif, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045-2050.

Di tengah pidatonya, Prabowo bahkan meminta kesediaan TNI dan Polri apabila anggaran kedua institusi harus dikurangi demi kepentingan rakyat. 

"Kita akan bikin efisien. Apabila perlu anggaran pertahanan, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan. Rela TNI? Rela polisi? Rela ya? Ikhlas?" tanya Prabowo, yang langsung dijawab, "Ikhlas," oleh para perwira TNI dan Polri yang hadir.

Meski disampaikan dalam suasana santai, Presiden menegaskan kekuatan pertahanan sebuah negara pada hakikatnya bertumpu pada rakyat yang sejahtera. 

Karena itu, ia meminta TNI dan Polri terus berada di tengah masyarakat, membantu petani, nelayan, serta mengatasi berbagai kesulitan rakyat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya