Berita

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Awas, Wajib Pajak Merasa Terintimidasi Gegara TNI Ikut Mengawasi

SENIN, 20 JULI 2026 | 17:15 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rencana pelibatan unsur TNI dalam pengawasan perpajakan harus dipastikan tidak menimbulkan persepsi tekanan terhadap wajib pajak. 

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengatakan, penguatan penerimaan negara lebih tepat diarahkan pada peningkatan sistem, teknologi, dan pengetahuan pengawasan.

Menurut Utut, setiap kebijakan negara harus tetap menjaga prinsip demokrasi dan menempatkan aparat sesuai fungsi utamanya. 


"Jangan sampai (pelibatan TNI) ini menakutkan bagi wajib pajak," ujar Utut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 20 Juli 2026. 

Ia menilai, sebelum kebijakan tersebut diterapkan, pemerintah perlu membangun komunikasi dengan para wajib pajak, khususnya kelompok wajib pajak besar. Langkah itu penting agar kebijakan negara dipahami sebagai upaya memperbaiki kepatuhan, bukan bentuk tekanan.

"Paling tidak diundang dulu para wajib pajak yang besar-besar. Ini negara maunya begini, ini begini. Intinya itu," kata Utut.

Utut menyebut perdebatan mengenai pelibatan pihak lain dalam pengawasan pajak merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Namun, tujuan utama kebijakan tersebut harus tetap menjadi perhatian.

"Tapi kalau tujuannya untuk yang baik, pasti kita dukung," kata Utut.

Sebelumnya, wacana pelibatan unsur TNI dalam pengawasan perpajakan muncul sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan penerimaan negara. 

Kebijakan tersebut kemudian memunculkan perdebatan terkait batas kewenangan aparat dalam menjalankan fungsi pengawasan di sektor sipil.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya