Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Istana)

Politik

Serangan Pribadi terhadap Presiden Bukan Representasi Persepsi Publik

SENIN, 20 JULI 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Serangan pribadi terhadap Presiden Prabowo Subianto di media sosial (medsos) tidak merepresentasikan persepsi publik secara keseluruhan. 

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana kepada RMOL, Senin 20 Juli 2026.

Ayip mengingatkan bahwa meski kebebasan berpendapat dijamin dalam demokrasi, tapi tidak sepantasnya kritik digeser menjadi penghinaan pribadi. 


Ayip mencontohkan terkait wacana Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik, yang disematkan kepada Presiden Prabowo.

"Bicara Prabowo NPD itu bukan kritik. Presiden ini kan harus dikritik, tapi kalau membahasakan Presiden dengan NPD itu bukan kritik," kata Ayip.

Ayip mengamati maraknya konten-konten negatif yang menyerang pribadi Presiden Prabowo cemderung menjatuhkan martabat seseorang, bukan bagian dari kebebasan berpendapat. 

Padahal seharusnya kritik menyasar pada kebijakan atau tindakan seorang Presiden, bukan yang hanya mendorong kemarahan publik saja.  

"Di sana tidak ada argumentasinya, tidak ada tanggung jawabnya, yang digunakan hanyalah untuk menyulut emosi, menyulut kemarahan," kata Ayip.

Masalahnya, lanjut Ayip, konten-konten seperti itu justru yang mendapatkan engagement yang tinggi di masyarakat dan dianggap representasi pandangan publik.

"Demokrasi ini kan membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga butuh kedewasaan dan tanggung jawab," kata Ayip.

Di sisi lain, secara elektoral dan konstitusional, kata Ayip, Prabowo menang 58 persen dengan sekali putaran melawan dua orang kandindat.

"Itu legitimasinya kuat sekali," kata Ayip.

Di samping itu, ditegaskan Ayip, tingkat kepuasan Presiden Prabowo juga tinggi. Menurut survei Poltracking terbaru, 74,2 persen publik percaya dengan pemerintahan Presiden Prabowo dan 72,2 persen puas dengan kinerja pemerintah. 

"Artinya, berbagai hasil survei ini dapat dijadikan indikator bahwa dukungan dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo ini masih berada di tingkat mayoritas," pungkas Ayip.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya