Berita

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Pemerintah Setujui Tambahan Anggaran Layanan Perintis, ASDP dan Pelni Dapat Rp209 Miliar

SENIN, 20 JULI 2026 | 12:05 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah memastikan layanan transportasi perintis di berbagai daerah, terutama wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetap berjalan setelah menyepakati tambahan anggaran bagi ASDP dan Pelni. 

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan solusi pendanaan bagi DAMRI agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat antara pemerintah dan DPR yang dihadiri Menteri Sekretaris Negara, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, pimpinan Komisi V DPR, serta COO Danantara, di Kompleks Parlemen.


"Yang tadi disampaikan adalah kebutuhan sekitar 139 miliar untuk di ASDP, dan kurang lebih 70 sekian untuk yang di Pelni. Tadi langsung kami bersama-sama berikan persetujuan," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senin, 20 Juli 2026. 

Selain ASDP dan Pelni, pemerintah juga menyetujui langkah pencarian solusi pendanaan bagi DAMRI. Menurut Prasetyo, persoalan yang dihadapi DAMRI bukan terletak pada kebutuhan tambahan anggaran, melainkan mekanisme pendanaannya.

"Intinya administrasinya kita coba cari supaya bisa dipercepat, karena ini menyangkut kebutuhan dasar dari masyarakat, terutama di daerah-daerah perintis dan daerah 3T," jelasnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Perhubungan sekitar Rp2,3 hingga Rp2,4 triliun untuk tahun anggaran 2026.

Pemerintah juga akan mengevaluasi mekanisme penyaluran anggaran agar proses administrasi tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

"Tidak hanya masalah anggarannya, tetapi juga masalah mekanismenya untuk memastikan bahwa proses atau mekanisme administratif tidak mengganggu pelayanan kepada publik," katanya.

Prasetyo memastikan layanan transportasi perintis yang sempat terkendala kini telah kembali beroperasi.

"Sudah, alhamdulillah sudah," tandasnya.

Rapat tersebut digelar menyusul kebutuhan pendanaan layanan transportasi perintis yang dikelola ASDP, Pelni, dan DAMRI. Pemerintah dan DPR sepakat menjadikan layanan transportasi di wilayah perintis sebagai prioritas agar akses masyarakat di daerah 3T tidak terganggu.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya