Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Basis Pajak Lemah, Pemerintah Disarankan Turunkan Target dan Incar Sektor SPPG

SENIN, 20 JULI 2026 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah melemahnya daya beli dan dunia usaha, pemerintah disarankan agar menurunkan target penerimaan pajak dan mengefisiensikan belanja. 

Kepala Riset Center for Indonesian Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyatakan langkah ini dinilai lebih realistis daripada memaksakan optimalisasi saat basis pajak belum membaik secara signifikan.

"Kalau menggunakan data ILO (International Labour Organization), rata-rata penghasilan pekerja di Indonesia menjadi yang paling rendah di ASEAN. Wajar kalau tax ratio menjadi salah satu yang paling rendah di ASEAN," kata Fajry di Jakarta, dikutip Senin 20 Juli 2026.


Pernyataan ini menanggapi langkah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang memperluas pengawasan kepatuhan lewat SE-8/PJ/2026. Aturan tersebut memperluas pemanfaatan teknologi informasi seperti remote sensing dan web scraping, serta membangun jejaring informasi hingga tingkat desa dengan menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Fajry mengingatkan DJP untuk membuktikan bahwa data yang diperoleh benar-benar valid agar tidak memicu konflik dengan wajib pajak.

"Sudah pasti akan memunculkan sengketa baru, terlebih jika kualitas datanya rendah atau fiskus mempunyai interpretasi yang berbeda atas data tersebut," katanya.

Ia juga mengkritik pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang dinilai tidak memiliki batasan tugas yang jelas dalam aturan tersebut.

"Sayangnya, surat edaran ini tidak menjelaskan apa yang dimaksud pembangunan jejaring informasi tersebut, begitu pula batasannya sampai mana. Pada satu sisi, ini menimbulkan kesan militeristik dalam penggalian penerimaan pajak yang seharusnya menjadi ranah sipil. Di sisi lain, hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku UMKM di pedesaan," ujarnya.

Menurut Fajry, target yang terlampau tinggi berisiko memicu pengawasan yang berlebihan terhadap wajib pajak. Karena pertumbuhan ekonomi semester I 2026 didominasi oleh belanja pemerintah, ia menyarankan agar pengawasan difokuskan pada sektor-sektor yang menikmati dana tersebut.

"Apa yang mendorong ekonomi pada semester I? Lebih banyak karena government spending. Siapa yang menikmati government spending? Para pengusaha SPPG dan yang terkait. Itu yang harus dikejar pajaknya," ujarnya.

Pada semester I 2026, realisasi penerimaan pajak nasional mencapai Rp 1.035,7 triliun atau 43,9 persen dari target APBN, tumbuh 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan realisasi akhir tahun mencapai Rp 2.310,8 triliun dari target sebesar Rp 2.357,7 triliun. 

Dengan demikian, diperkirakan terjadi shortfall sekitar Rp 46,9 triliun, angka yang jauh menyusut dibanding kekurangan tahun 2025 yang mencapai Rp 271 triliun.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya