Berita

Calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam. (Foto: Dok Pribadi)

Sepak Bola

Gus Salam Optimistis Keberuntungan Memihak Argentina

MINGGU, 19 JULI 2026 | 14:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Demam final Piala Dunia 2026 tak hanya menyelimuti para pencinta sepak bola, tetapi juga merambah lingkungan pesantren. Menjelang duel Argentina kontra Spanyol, para kiai dan santri bersiap menggelar nonton bareng, menjadikan malam final sebagai ruang kebersamaan di tengah rutinitas mengaji.

Menjelang partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, tetap menjatuhkan pilihannya kepada Timnas Argentina.

Menurut Mustasyar PBNU itu, laga final kali ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan bentrokan dua kekuatan terbaik dunia. Argentina sebagai pemuncak peringkat FIFA akan menghadapi Spanyol yang berada tepat di bawahnya, sehingga duel tersebut menjadi pertarungan prestise antara juara Amerika Latin dan juara Eropa yang telah lama dinantikan para pencinta sepak bola.


“Ini pertarungan mental juara, Argentina melawan agresifitas Spanyol. Tim Tango punya mental juara dan berpengalaman di partai final. Piala dunia sebelumnya, 2022, Argentina juara. Sekarang, ia berhadapan dengan Spanyol yang siap merebut juara dengan skuad muda yang agresif dan bermain cepat," kata Gus Salam.

Gus Salam yang menjadi kandidat calon ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35, mengaku mulai jatuh cinta dengan Timnas Argentina sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko. Terutama saat sang legendaris Maradona dan kawan-kawan mengangkat trofi juara piala dunia untuk kedua kalinya. 

Menurut Gus Salam, di laga sekelas final, faktor teknis saja tidak cukup. Faktor keberuntungan akan sangat menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang. Meski mayoritas penggemar sepak bola saat ini lebih memfavoritkan Spanyol karena materi pemain mudanya, keyakinan Gus Salam tidak goyah. Sejak 1986, ia konsisten mendukung Argentina.

“Insya Allah Argentina. Saya tetap menjagokan Argentina. Tidak berubah, apalagi berpindah ke lain hati,” tegasnya sambil menunjukkan jersey Argentian yang dipakainya. Prediksi saya, Argentina menang 3:1 atas Spanyol,” tambahnya.

Selanjutnya Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Lukman Hakim Hamid, menilai sepak bola telah melampaui sekadar olahraga yang digemari masyarakat. Menurutnya, pertandingan sepak bola, termasuk Piala Dunia, kerap menjadi ruang kebersamaan yang mempererat silaturahmi antara para kiai muda pesantren, santri, dan masyarakat, khususnya di Jawa Timur. 

Karena itu, tradisi menyaksikan laga Piala Dunia bersama tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan kebersamaan.

“Ini bukan sekadar bola. Ini hiburan rakyat, ini silaturrahim. Capek kan lihat berita-berita korupsi di tanah air dan manuver Donald Trump dalam konflik saling serang di Timur Tengah," kata sosok yang akrab disapa Gus Lukman, Minggu, 19 Juli 2026.

Menurut Gus Lukman, bagi para pencinta sepak bola, final Piala Dunia 2026 merupakan puncak dari perjalanan panjang yang dipenuhi drama, air mata, kejutan, dan harapan. Pada momen itu, perhatian dunia seolah terpusat pada satu pertandingan. 

Bahkan, para tokoh NU yang digadang-gadang akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU pun diyakini akan sejenak mengesampingkan dinamika kontestasi. Mereka akan duduk bersama di depan layar yang sama, menikmati pertandingan sambil mendoakan tim jagoan masing-masing meraih kemenangan.

“Sepak bola kan memang begitu. Ia menyatukan bahasa, menyatukan doa, dan menyatukan sorak-sorai dari penjuru manapun sampai pesantren. Itu hebatnya bola. Tapi NU juga hebat lho. Kan simbol NU bola dunia, dan NU diperebutkan, sekaligus menyatukan,” tandas Gus Lukman.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya