Kepala Pemerintahan Maroko Aziz Akhannouch bersama Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu. (Foto: Istimewa)
Kepala Pemerintahan Maroko Aziz Akhannouch menegaskan bahwa Kemitraan Luar Biasa yang Diperkuat antara Maroko dan Prancis kini telah memasuki tahap implementasi penuh.
Pernyataan tersebut disampaikan Akhannouch dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu usai Pertemuan Tingkat Tinggi (HLM) Maroko-Prancis ke-15 di Rabat, Kamis waktu setempat.
Menurut Akhannouch, kemitraan yang digagas Raja Mohammed VI dan Presiden Prancis Emmanuel Macron itu kini tidak lagi sekadar bertumpu pada hubungan historis kedua negara.
Kedua negara, kata Akhannouch telah memperkuat kerja sama strategis yang didasarkan pada kesamaan visi, kepercayaan, dan komitmen bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
"Kemitraan ini tidak lagi hanya didasarkan pada ikatan sejarah yang mendalam antara Kerajaan Maroko dan Republik Prancis, tetapi juga merupakan bagian dari visi strategis bersama," kata Akhannouch dalam keterangannya Sabtu, 18 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, sejak kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Maroko pada Oktober 2024, kedua negara telah menggelar lebih dari 40 pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan pemerintah, lembaga negara, pemerintah daerah, pelaku usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat sipil.
"Bahkan hari ini, kehadiran 22 menteri Maroko dan Prancis menggambarkan Pertemuan yang luar biasa dan komitmen bersama dari kedua pemerintah kita," katanya.
Akhannouch juga menyoroti capaian kerja sama ekonomi kedua negara. Selain melanjutkan 22 perjanjian strategis senilai hampir 10 miliar Euro yang ditandatangani pada Oktober 2024, kedua pihak kembali menyepakati 11 perjanjian dan instrumen kerja sama baru.
Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, seperti kesehatan, transportasi, penerbangan sipil, kerja sama desentralisasi, pendidikan, pengembangan bahasa Arab, serta sektor-sektor lain yang dinilai akan semakin memperkuat perekonomian kedua negara.
Ia menambahkan, dialog politik antara Maroko dan Prancis kini berlangsung semakin intensif dengan landasan kepercayaan yang lebih kuat dan kesamaan pandangan terhadap berbagai isu regional maupun internasional.
"Sesuai dengan pedoman Yang Mulia Raja Mohammed VI, Kerajaan Maroko akan terus melaksanakan Kemitraan Luar Biasa yang Diperkuat. Mekanisme pemantauan yang telah diperkuat akan memastikan seluruh komitmen dijalankan, mempercepat proyek yang sedang berlangsung, serta mengidentifikasi inisiatif baru yang menjadi kepentingan bersama kedua negara," pungkas Akhannouch.