Halaqah Pra-Muktamar ke-35 NU yang digelar Pesantren Luhur Ciganjur. (Foto: istimewa)
Arah kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) di abad kedua menjadi fokus pembahasan dalam Halaqah Pra-Muktamar ke-35 NU yang digelar Pesantren Luhur Ciganjur, Sabtu, 18 Juli 2026.
Halaqah tersebut dibagi ke dalam dua komisi. Komisi A membahas tema Relasi NU dan Pemerintah dengan menghadirkan Amin Mudzakir, Ahmad Baso, dan Lilik Ummi Kultsum sebagai panelis. Adapun Komisi B mengangkat tema Keberpihakan NU kepada Masyarakat Nahdliyin dengan panelis KH Hilmy Ali, Ahmad Satori, dan Susi Ivvati.
Lurah Pesantren Luhur Ciganjur, Abdur Rahman, mengatakan forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat diusulkan sebagai bahan pembahasan dalam Muktamar Ke-35 NU.
"Pelaksanaan acara ini berangkat dari rasa kepemilikan kami, santri-santri Ciganjur. Kami merasa pesantren ini memiliki hubungan yang erat dengan Nahdlatul Ulama," katanya saat memberikan sambutan.
Ia berharap halaqah tersebut mampu melahirkan konsensus yang mendorong NU menjalankan perannya sebagai organisasi besar yang memfasilitasi sekaligus mengadvokasi berbagai kebutuhan masyarakat Nahdliyin.
Sementara itu, Ketua Alumni Pesantren Ciganjur, H Syaifullah Amin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari halaqah bertajuk "Pra-Muktamar: Quo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Umat?" yang digelar di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
"Harapannya nanti hasil rekomendasi dari acara ini bisa disampaikan kepada panitia bidang materi Muktamar. Sebagian panitianya juga hadir di sini, sehingga ada jaminan bahwa materi yang berkembang dalam forum ini akan dibahas di Muktamar," jelasnya.
Syaifullah menambahkan, sebagai bagian dari khidmah an-Nahdliyah, para peserta berharap Muktamar Ke-35 NU tidak hanya berfokus pada agenda suksesi kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas arah perjuangan NU secara menyeluruh.
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan NU pada abad keduanya. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi berbagai capaian dan kontribusi besar NU bagi umat, bangsa, dan negara selama ini.
Kepastian lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya terjawab. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas di Jombang, Jawa Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum tertinggi NU pada 27–31 Agustus 2026.