Berita

Militer Amerika Serikat (AS) hancurkan menara pengawasan maritim di Pelabuhan Shahid Kalantari, Chabahar, Iran (Unggahan akun X @CENTCOM)

Global

AS Hancurkan Menara Pengawas Iran Dekat Selat Hormuz

SABTU, 18 JULI 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Militer Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi telah menghancurkan sebuah menara pengawasan maritim di Pelabuhan Shahid Kalantari, Chabahar, Iran.

Fasilitas tersebut berada di kawasan Teluk Oman dan diklaim menjadi bagian dari sistem pengawasan yang digunakan Iran untuk memantau aktivitas pelayaran di sekitar Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya di media sosial X, pada Jumat, 17 Juli 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut menara yang diserang pada Kamis malam itu merupakan bagian dari jaringan pengawasan maritim yang selama puluhan tahun dimanfaatkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk melacak dan menargetkan kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.


"Penghancuran menara tersebut secara langsung melemahkan kemampuan IRGC untuk mengoordinasikan serangan terhadap awak kapal sipil yang tidak bersalah," kata CENTCOM, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Militer AS juga menegaskan bahwa operasi tersebut dimaksudkan untuk menjaga kebebasan navigasi di perairan regional. Menurut CENTCOM, langkah itu dilakukan untuk melindungi lalu lintas pelayaran internasional, kecuali terhadap kapal yang dianggap melanggar blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

"Serangan ini melindungi kebebasan navigasi di perairan regional untuk semua kapal, kecuali kapal-kapal yang mencoba melanggar blokade angkatan laut AS yang sedang berlangsung terhadap Iran," lanjut pernyataan CENTCOM.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, CENTCOM turut merilis rekaman video yang memperlihatkan proses serangan terhadap menara pengawasan di Pelabuhan Chabahar.

Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat antara AS dan Iran. 
Sebelumnya, militer AS mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara terhadap Iran selama tujuh malam berturut-turut, sementara Iran melaporkan sejumlah ledakan di berbagai wilayah dan Garda Revolusi menyebut dua kapal tanker meledak di jalur yang dipasangi ranjau di dekat Selat Hormuz.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya