Berita

Ilustrasi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

RABU, 15 JULI 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu sore, 15 Juli 2026. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik tipis 2,4 poin atau 0,04 persen ke level 6.041.

Volume transaksi tercatat mencapai 28 miliar saham dengan nilai Rp11 triliun dan frekuensi 2 juta kali. Kapitalisasi pasar turut meningkat menjadi Rp10.574 triliun.


Sebanyak 334 saham menguat, 267 saham melemah, dan 195 saham lainnya ditutup stagnan.

Sementara itu, mengacu pada data Bloomberg, Rupiah ikut ditutup menguat 23 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp18.068 per Dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan Rupiah didorong oleh melemahnya Dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut Ibrahim, konflik kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap seluruh pelabuhan Iran.

"Presiden Donald Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap semua pelabuhan Iran dan Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur AS di kawasan tersebut," kata Ibrahim dalam risetnya.

Ia menambahkan, Iran juga kembali menutup Selat Hormuz setelah ketegangan kembali meningkat dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut dinilai memperburuk gencatan senjata yang telah disepakati pada Juni lalu sekaligus meningkatkan ketidakpastian geopolitik.

Selain itu, Ibrahim mengatakan pelemahan Dolar AS turut dipicu oleh data inflasi AS yang berada di bawah ekspektasi pasar.

"Indeks Harga Konsumen bulan Juni meleset dari perkiraan, turun dari 4,2 persen menjadi 3,5 persen secara tahunan, di bawah perkiraan sebesar 3,8 persen. Ini menjadi indikasi bahwa kenaikan suku bunga agresif oleh The Fed saat ini tidak diperlukan," ujarnya.

Ia menambahkan, inflasi inti AS juga turun dari 2,9 persen menjadi 2,6 persen, lebih rendah dari proyeksi pasar sebesar 2,8 persen. Kondisi itu membuat pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS.

"Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Juli turun menjadi 16 persen dari 40 persen, sementara peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi 60 persen dari sebelumnya 74 persen," pungkas Ibrahim.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya