Berita

Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

SELASA, 14 JULI 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengakui harga minyak goreng subsidi merek Minyakita masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hasil pemantauan Kemendag, harga rata-rata Minyakita di pasar masih berada di kisaran Rp16 ribuan per liter, sementara HET yang berlaku sebesar Rp15.700 per liter.

"Kalau HET-nya kan di angka Rp15.700 dan harga rata-rata itu ada di angka kalau tidak salah tadi monitoringnya Rp16 ribuan ya," kata Roro usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.


Untuk menekan harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia, Roro mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan distribusi Minyakita melalui implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025.

Regulasi tersebut mewajibkan sedikitnya 35 persen penyaluran Minyakita dilakukan melalui jaringan BUMN Pangan. Menurut Roro, realisasi distribusi melalui BUMN Pangan saat ini bahkan telah mencapai 51 persen.

"Nah harapannya penyalurannya, distribusinya bisa maksimal sehingga pasar rakyat itu stoknya aman," ungkap dia.

Persoalan harga Minyakita juga menjadi salah satu perhatian dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional. Kemendag, sambungnya, terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dilakukan bersama Bank Indonesia (BI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta pemerintah daerah.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal ini. Jadi kita juga mengetahui komoditas apa saja yang harganya sedang naik," sambungnya.

Selain menjaga distribusi Minyakita, Kemendag juga menyiapkan langkah antisipasi bagi daerah yang terdampak bencana alam. 

Lanjut dia, gangguan distribusi akibat bencana berpotensi memicu kenaikan inflasi karena terhambatnya arus pasokan kebutuhan pokok.

Karena itu, pemerintah tengah mempercepat koordinasi program revitalisasi pasar rakyat agar infrastruktur perdagangan di wilayah terdampak tetap dapat berfungsi sebagai pusat distribusi logistik.

"Itu salah satu hal yang sedang kita upayakan untuk daerah-daerah bencana yang ada kemungkinan inflasi meningkat karena flow of goods ataupun distribusinya juga terkendala," pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya