Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

UEA Bangun Pelabuhan Baru untuk Hindari Ancaman Iran di Selat Hormuz

SELASA, 14 JULI 2026 | 16:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Uni Emirat Arab (UEA) bersiap melakukan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dengan membangun pelabuhan baru di pesisir Fujairah.

Menurut laporan Financial Times, operator pelabuhan DP World tengah menjajaki pengembangan terminal baru di pelabuhan Fujairah sekaligus membangun pelabuhan multiguna baru. 

Fasilitas tersebut dirancang agar kapal-kapal yang menuju UEA tidak lagi harus bergantung sepenuhnya pada Pelabuhan Jebel Ali maupun melintasi Selat Hormuz, yang selama berbulan-bulan menjadi titik panas konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.


Rencana tersebut menandai perubahan besar dalam strategi logistik UEA. Selama ini, Jebel Ali menjadi tulang punggung perdagangan negara Teluk itu. 

Namun awal tahun ini, pelabuhan itu sempat dilanda kebakaran setelah dihantam serpihan rudal Iran yang ditembakkan sebagai bagian dari eskalasi konflik regional.

Meski demikian, DP World menegaskan pembangunan pelabuhan baru bukan berarti menggeser posisi Jebel Ali sebagai pusat perdagangan utama. 

"Jebel Ali akan tetap menjadi Jebel Ali. Ukurannya tidak akan pernah dikurangi. Kami memang memiliki rencana sendiri, dan kami sangat aktif dalam hal mengamati pantai timur sejauh menyangkut DP World. Ini sebagai langkah defensif jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," jelas pihak perusahaan, dikutip Selasa, 14 Juli 2026.

DP World diperkirakan akan menggelontorkan investasi awal senilai ratusan juta dolar AS untuk merealisasikan proyek tersebut.

Nilai investasi itu masih berpotensi bertambah seiring pengembangan kawasan pelabuhan baru yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif perdagangan apabila situasi keamanan di Selat Hormuz kembali memburuk.

Ancaman terhadap jalur pelayaran itu memang belum mereda. Pada Senin, 13 Juli 2026, dua kapal tanker minyak milik UEA dilaporkan dihantam rudal jelajah Iran di Selat Hormuz, menewaskan seorang awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan lainnya. 

Sementara itu, UK Maritime Trade Operations juga melaporkan sebuah kapal tanker lain terkena rudal Iran di lepas pantai Oman saat melintasi jalur pelayaran selatan.

Menurut data kantor berita resmi UEA hingga April 2026, Iran telah meluncurkan sedikitnya 438 rudal balistik, 2.012 drone, dan 19 rudal jelajah ke berbagai target di negara tersebut sejak konflik meletus. 

Situasi itu mendorong Abu Dhabi mempercepat pembangunan infrastruktur pelabuhan baru sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran perdagangan sekaligus mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh eskalasi militer di Selat Hormuz.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya