Berita

Eks Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (Foto: X)

Global

Mossad Diduga Rekrut Ahmadinejad untuk Gulingkan Pemerintahan Iran

SELASA, 14 JULI 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Laporan mengejutkan datang dari harian Israel Haaretz yang mengungkap dugaan bahwa badan intelijen Mossad merekrut mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebagai aset rahasia untuk menggulingkan pemerintahan saat ini. 

Laporan yang terbit pada hari Senin waktu setempat, 13 Juli 2026, disusun berdasarkan keterangan lebih dari 30 sumber politik, pertahanan, diplomatik, dan sumber asing.

Dikatakan bahwa pendekatan Mossad terhadap Ahmadinejad mulai dilakukan pada 2022 setelah badan intelijen Israel mendeteksi adanya perubahan sikap politik mantan presiden Iran itu. 


Mossad disebut menaruh perhatian pada pandangan Ahmadinejad yang meyakini Iran tidak dapat terus bertahan di bawah tekanan sanksi internasional dan bahwa program nuklir telah berubah menjadi beban ketimbang aset strategis bagi negara.

Operasi itu dikabarkan terus berjalan bahkan setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. 

Kepala Mossad saat itu, David Barnea, disebut mengawasi langsung perkembangan misi tersebut, bahkan dilaporkan sempat melewatkan rapat konsultasi keamanan bersama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu demi memantau perkembangan yang melibatkan Ahmadinejad.

Puncaknya, pada awal 2026 Ahmadinejad disebut telah menjadi salah satu aset paling berharga bagi Israel dan dipilih untuk memimpin Iran apabila operasi berkode "Operation Puss in Boots" berhasil dijalankan. 

Operasi itu dirancang untuk menggulingkan pemerintahan Republik Islam, menghentikan program nuklir Teheran, serta membentuk kepemimpinan baru yang lebih sejalan dengan kepentingan Israel.

Laporan Haaretz menyebut rencana tersebut juga mencakup operasi pengaruh di dalam Iran, mempersenjatai dan melatih pasukan Kurdi di Irak, memobilisasi kelompok minoritas, merekrut kolaborator, hingga membuka koridor darat bagi pergerakan milisi. 

Namun, skenario itu memicu perdebatan sengit di kalangan petinggi militer dan intelijen Israel. Tiga hari sebelum hari pelaksanaan, Kepala Staf IDF Eyal Zamir memerintahkan seluruh operasi dihentikan, meski Netanyahu dilaporkan tetap memilih melanjutkannya. 

Pada akhirnya, operasi tersebut gagal total bahkan sebelum pasukan Kurdi melepaskan satu tembakan.

Ahmadinejad sendiri dikenal sebagai presiden Iran periode 2005-2013 dengan retorika keras terhadap Israel. 

Namun setelah tidak lagi menjabat, ia beberapa kali mengkritik sistem pemerintahan di bawah Ayatollah Ali Khamenei, termasuk menuding para pejabat tinggi melakukan korupsi dan salah urus negara. 

Kendati demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Ahmadinejad maupun otoritas Iran dan Israel terkait kebenaran laporan Haaretz tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya