Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Tekno

Dorong Literasi AI, TikTok Hadirkan Panduan dan Pusat Edukasi bagi Pengguna

SELASA, 14 JULI 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin luas mendorong perlunya edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara aman dan bertanggung jawab. 

Menjawab kebutuhan itu, TikTok memperkuat program literasi AI melalui pengembangan materi edukasi, kemitraan dengan para ahli, serta peningkatan transparansi terhadap konten buatan AI.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, TikTok menghadirkan pusat edukasi baru di dalam aplikasi yang memudahkan pengguna mempelajari cara mengenali konten hasil AI sekaligus memahami pemanfaatan teknologi tersebut secara aman dan kreatif. 


Platform ini juga menggandeng organisasi dan pakar seperti NAMLE, Henry Ajder, NoFiltr, serta Raspberry Pi Foundation untuk menyusun panduan dan menghadirkan konten literasi AI bagi masyarakat.

Sejak program literasi AI diluncurkan pada November 2025, berbagai organisasi mitra telah menghasilkan konten edukatif yang meraih lebih dari 200 juta tayangan. TikTok juga telah menginvestasikan lebih dari 4 juta dolar AS untuk memperluas jangkauan program tersebut.

AI Lead Global Public Policy TikTok, Tom Varghese, mengatakan perusahaan ingin memastikan setiap pengguna memiliki pemahaman, kepercayaan diri, dan kendali dalam berinteraksi dengan teknologi AI di platform.

"Kami terus berinvestasi dalam teknologi, kemitraan, dan materi edukasi yang membantu masyarakat mengenali konten buatan AI, memahami bagaimana konten tersebut dibuat, serta menggunakan berbagai alat ini secara kreatif dan bertanggung jawab," ujar Tom Varghese, dalam pernyataannya di situs resmi TikTok Indonesia, yang dikutip redaksi di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.

Selain memperkuat edukasi, TikTok juga meningkatkan upaya menjaga kualitas platform dengan menguji sistem deteksi yang lebih canggih untuk mengidentifikasi konten spam berbasis AI, khususnya pada topik-topik sensitif seperti politik, kesehatan, dan keuangan.

Di sisi lain, TikTok terus memperluas penggunaan teknologi pelabelan konten AI melalui standar Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA). 

Hingga saat ini, lebih dari 3 miliar video telah diberi label sebagai konten buatan AI guna membantu pengguna mengenali asal-usul konten yang mereka konsumsi.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya