Berita

Potongan surat Presiden AS Donald Trump kepada Kongres terkait dimulainya kembali perang melawan Iran (Unggahan akun X @HormuzLetter)

Dunia

Trump Kirim Surat ke Kongres, Perang Melawan Iran Resmi Dimulai Lagi

SELASA, 14 JULI 2026 | 07:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi memberi tahu Kongres bahwa militer AS telah kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui surat kepada anggota Kongres sesuai ketentuan War Powers Act (Undang-Undang Kekuatan Perang).

Dalam surat tertanggal Jumat, 10 Juli 2026, yang beredar di media sosial, Trump menjelaskan bahwa serangan militer terhadap Iran kembali dimulai pada 7 Juli 2026. Berdasarkan aturan tersebut, presiden wajib melaporkan kepada Kongres dalam waktu 48 jam setelah memerintahkan operasi militer di luar negeri.

Trump menegaskan bahwa operasi tersebut tidak melibatkan pasukan darat AS dan dirancang untuk membatasi dampaknya terhadap warga sipil.


"Pasukan darat Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan ini. Serangan ini terbatas, terukur, direncanakan, dan dilaksanakan dengan cara yang dirancang untuk meminimalkan korban sipil," tulis Trump dalam suratnya kepada Kongres, dikutip Selasa, 14 Juli 2026.

Dengan pemberitahuan itu, pemerintah AS dapat mempertahankan pengerahan militer di wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM) hingga 60 hari tanpa persetujuan Kongres. Masa tersebut dapat diperpanjang selama 30 hari, tetapi jika operasi berlangsung lebih lama, pemerintah harus memperoleh persetujuan dari Kongres.

Surat itu juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Menurut CENTCOM, dalam sepekan terakhir militer AS telah melancarkan empat gelombang serangan ke Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Lebih dari 300 sasaran di wilayah Iran diklaim telah diserang, dengan operasi terbaru berlangsung pada Minggu.

Dalam suratnya kepada Kongres, Trump menegaskan bahwa keputusan menggunakan kekuatan militer diambil untuk melindungi warga negara dan kepentingan Amerika Serikat.

"Saya mengarahkan tindakan militer ini sesuai dengan tanggung jawab saya untuk melindungi warga Amerika dan kepentingan Amerika Serikat, baik di dalam maupun luar negeri, serta untuk memajukan keamanan nasional dan kepentingan kebijakan luar negeri Amerika Serikat," tulis Trump.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya