Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Bisnis

Rasio Defisit APBN 2026 Paling Tinggi Imbas Lonjakan Belanja Negara

SENIN, 13 JULI 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rasio defisit APBN 2026 diperkirakan menjadi yang tertinggi di luar periode pandemi Covid-19. Kondisi itu terjadi seiring proyeksi kenaikan belanja negara yang melampaui pertumbuhan pendapatan negara.

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengungkapkan, dalam Laporan Semester (Lapsem) I/2026 pemerintah mengakui defisit APBN tahun ini akan lebih lebar dibanding target awal.

Menurut outlook pemerintah, pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.208,1 triliun di tahun ini atau mencapai 101,73 persen dari target APBN. Angka tersebut meningkat 16,02 persen dibanding realisasi 2025.


"Jika outlook terbukti, maka kinerja pendapatan terbilang cukup baik," kata Awalil dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Senin 13 Juli 2026.

Sementara itu, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun atau 102,95 persen dari rencana APBN. Selain melampaui target, nilainya juga naik 14,76 persen dibanding realisasi tahun lalu.

Awalil menilai, jika proyeksi tersebut terealisasi, maka kenaikan belanja negara pada 2026 akan menjadi yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Sehingga, defisit APBN 2026 diperkirakan melebar menjadi Rp734,3 triliun dari target semula Rp689,1 triliun.

"Oleh karena kenaikan belanja melebihi pendapatan, maka defisit 2026 diprakirakan mencapai Rp734,3 triliun. Lebih lebar dari rencana APBN yang Rp689,1 triliun, dan rasio atas PDB pun menjadi 2,85 persen dari rencana 2,68 persen. Merupakan rasio tertinggi, kecuali saat pandemi tahun 2020 dan 2021," ujar Awalil.

Ia juga membandingkan rasio defisit terhadap produk domestik bruto (PDB) pada beberapa periode pemerintahan. Pada era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), rata-rata rasio defisit tercatat 1,19 persen terhadap PDB.

Sementara pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014-2019), rata-rata rasio defisit meningkat menjadi 2,32 persen sebelum melonjak pada periode kedua akibat pandemi Covid-19.

"Tahun pertama era Prabowo langsung mencapai 2,81 persen, dan diakui Pemerintah akan menjadi 2,85 persen pada 2026," tandasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya