Ketua Umum PP GPA H. Aminullah Siagian (sebelah kiri Menko Pangan Zulkifli Hasan). (Foto: Dokumentasi GPA)
Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 12-13 Juli 2026 di Hotel Orchardz Industri Jakarta.
Diikuti oleh sekitar 300 lebih peserta dari seluruh Indonesia, Rakernas GPA menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus momentum penyusunan rekomendasi strategis demi mendukung pembangunan nasional.
Peserta Rakernas terdiri dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pemuda, pengurus wilayah, hingga pengurus daerah GPA. Acara pembukaan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional serta perwakilan organisasi mitra.
Di antaranya adalah Ketua Umum PB Al Washliyah Dr. H. Masyhuril Khamis, Ketua Umum PP GPA H. Aminullah Siagian, serta Kombes Pol. Ali Ahmad Mutiara yang hadir mewakili Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, tampak hadir jajaran Badan Bantuan Hukum Pemuda Al Washliyah, Koperasi GPA, hingga jajaran Pasukan Brigade Hawari.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, menegaskan komitmen penuh organisasi dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.
Ia menyatakan bahwa seluruh kader GPA di Indonesia siap berdiri di garis depan untuk menyukseskan program-program strategis Presiden Prabowo Subianto.
"GP Al Washliyah berkomitmen penuh mendukung kepemimpinan dan seluruh program kerja Presiden Prabowo Subianto demi percepatan pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat," ujar Aminullah dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Selain dukungan terhadap pemerintah pusat, Aminullah juga menegaskan sinergi kuat antara GPA dengan institusi Polri. Ia menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
"Kami juga mendukung penuh Bapak Kapolri dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta penegakan hukum di tanah air. Pemuda Alwashliyah siap menjadi mitra strategis Polri untuk menjaga kondusifitas bangsa," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas, Riduan Dalimunthe, menjelaskan bahwa cetak biru kegiatan ini sebenarnya telah dirancang sejak tiga bulan lalu. Kendati demikian, seluruh eksekusi teknis di lapangan dipacu secara intensif dalam waktu enam hari saja.
“Secara konsep sudah kami siapkan sejak tiga bulan lalu, sedangkan eksekusi teknis diselesaikan dalam enam hari. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga Rakernas ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Riduan.
Riduan mengungkapkan bahwa poin-poin hasil pembahasan komisi akan dituangkan ke dalam naskah rekomendasi resmi organisasi yang selaras dengan komitmen dukungan tersebut. Dokumen strategis ini nantinya akan diserahkan langsung kepada pemerintah pusat.
“Tiga hari setelah Rakernas selesai, kami akan menyerahkan rekomendasi strategis hasil forum ini kepada Bapak Presiden Republik Indonesia serta kementerian dan instansi terkait,” tegasnya lagi.
Selain menggelar sidang-sidang komisi, rangkaian Rakernas ini juga menjadwalkan sesi pembekalan khusus bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas.
Zulhas dijadwalkan memaparkan materi seputar ketahanan pangan nasional sekaligus mengulas peran strategis yang bisa diambil oleh pemuda dalam mendukung program ketahanan tersebut.
Menutup laporannya, Riduan menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan teknis selama acara berlangsung, baik dari segi akomodasi, transportasi, maupun konsumsi. Ia pun membakar semangat para kader untuk menjadikan momen ini sebagai tonggak pengabdian yang lebih besar.
“Bersiaplah wahai pemuda, kewajiban telah menunggu kita,” demikian Riduan.