Berita

Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak AS dan Iran kembali ke jalur diplomasi (Unggahan akun X @antonioguterres)

Dunia

Sekjen PBB Minta AS dan Iran Hentikan Eskalasi Utamakan Diplomasi

SENIN, 13 JULI 2026 | 13:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk, termasuk serangan terhadap kapal sipil di Selat Hormuz.

Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X, Guterres memperingatkan bahwa konflik yang terus memburuk berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi negara-negara di kawasan, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global.

Ia menegaskan bahwa seluruh aksi militer, termasuk serangan terhadap kapal sipil di Selat Hormuz maupun aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat, harus segera dihentikan.


"Saya sangat prihatin dengan meningkatnya krisis dan konfrontasi militer yang kembali terjadi di Teluk, termasuk serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, serangan AS terhadap Iran, serta serangan Iran terhadap target-target negara-negara tetangga. Semua serangan ini harus dihentikan," tulis Guterres, dikutip Senin 13 Juli 2026. 

Menurut Guterres, eskalasi konflik tersebut berpotensi menimbulkan "konsekuensi bencana" bagi masyarakat di kawasan, mengancam perdamaian dan keamanan internasional, serta mengganggu stabilitas perekonomian dunia.

Karena itu, ia mendesak Washington dan Teheran untuk kembali menempuh jalur diplomasi. Menurutnya, berbagai persoalan yang masih menjadi sumber ketegangan hanya dapat diselesaikan melalui perundingan.

"Saya mendesak Iran dan AS untuk segera melanjutkan negosiasi dan mengatasi masalah-masalah yang belum terselesaikan melalui diplomasi," tegasnya.

Seruan Sekjen PBB tersebut disampaikan setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap ratusan target militer Iran sebagai respons atas dugaan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Sasaran serangan meliputi rudal, peluncur rudal, fasilitas penyimpanan amunisi, hingga jaringan komunikasi militer Iran.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya