Berita

Ilustrasi pergerakan saham (Gemini AI)

Bisnis

Tiga Saham Kompak Sentuh ARA di Sesi I, PRDL Paling Ramai Diburu Investor

SENIN, 13 JULI 2026 | 13:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiga saham menjadi pusat perhatian pelaku pasar pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 13 Juli 2026. 

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sama-sama menyentuh batas atas kenaikan harian atau Auto Reject Atas (ARA), dengan lonjakan harga sekitar 24 persen.

Di antara ketiganya, PRDL mencatat kenaikan paling tinggi. Saham emiten teknologi kesehatan tersebut melonjak 24,77 persen dari Rp218 menjadi Rp272. Tak hanya itu, PRDL juga menjadi saham yang paling ramai diperdagangkan. 


Pantauan redaksi, hingga sesi I berakhir, volume transaksi mencapai 342,36 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp88,97 miliar. Frekuensi perdagangan bahkan menembus 210.526 kali, mencerminkan tingginya minat beli investor.

VKTR menyusul dengan penguatan 24,04 persen ke level Rp645. Emiten yang bergerak di sektor mobilitas dan kendaraan listrik itu membukukan volume transaksi sebanyak 153,63 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp94,77 miliar, terbesar di antara tiga saham yang mengunci ARA. Dari sisi ukuran perusahaan, VKTR juga paling unggul dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp28,22 triliun.

Sementara itu, ATAP turut mengakhiri sesi I di zona ARA setelah naik 24 persen menjadi Rp555. Namun, dibandingkan dua saham lainnya, aktivitas perdagangan saham yang merupakan pengembang properti dengan fokus pada pembangunan perumahan bersubsidi dan hunian kelas menengah ini  masih relatif terbatas. 

Volume transaksi tercatat sekitar 41 ribu saham dengan nilai transaksi Rp2,2 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 341 kali.

Jika dibandingkan, masing-masing saham memiliki karakter pergerakan yang berbeda. PRDL menjadi yang paling ramai diperdagangkan dengan volume dan frekuensi transaksi tertinggi, menunjukkan antusiasme investor yang besar. 

VKTR unggul dari sisi nilai transaksi dan kapitalisasi pasar, sedangkan ATAP berhasil mengunci ARA meski didukung likuiditas yang jauh lebih tipis dibanding dua saham lainnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya