Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Utang RI Diprediksi Tembus Rp10.600 Triliun di Akhir 2026

SENIN, 13 JULI 2026 | 12:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Posisi utang pemerintah diperkirakan bakal menembus Rp10.600 triliun pada akhir 2026. Proyeksi tersebut muncul setelah pemerintah merevisi naik target defisit APBN tahun ini yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan pembiayaan utang.

Ekonom Bright Institute Awalil Rizky mengatakan, dalam Laporan Semester (Lapsem) I/2026 pemerintah mengakui defisit APBN diproyeksikan melebar dari target awal Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen PDB.

"Prakiraan realisasi (outlook) setahun disajikan berdasar realisasi semester satu dan prognosis semester dua, diakui bahwa defisit anggaran lebih akan lebar dari yang direncanakan," ujar Awalil dalam keterangan tertulis, Senin 13 Juli 2026.


Menurutnya, pelebaran defisit otomatis meningkatkan kebutuhan pembiayaan anggaran. Dalam APBN 2026, pembiayaan anggaran ditetapkan sebesar Rp689,15 triliun yang terdiri dari pembiayaan utang neto Rp832,21 triliun dan pembiayaan nonutang Rp143,06 triliun.

Namun, berdasarkan outlook pemerintah yang disampaikan kepada Komisi XI DPR, kebutuhan pembiayaan anggaran diperkirakan meningkat menjadi Rp734,32 triliun. Pembiayaan utang neto pun naik menjadi Rp868,12 triliun, sedangkan pembiayaan nonutang turun menjadi Rp133,8 triliun.

"Cukup menarik dicermati, Pemerintah memprakirakan pembiayaan utang melalui SBN (neto) justru lebih sedikit dari rencana semula. Menjadi Rp736,57 triliun dari rencana Rp799,53 triliun. Namun diimbangi peningkatan drastis dari pinjaman luar negeri (neto) yang mencapai Rp137,50 triliun dari rencana Rp39,21 triliun," jelasnya.

Ia juga menyoroti tidak dicantumkannya nilai pelunasan pokok utang yang jatuh tempo sepanjang 2026. Berdasarkan berbagai data yang tersedia, Awalil memperkirakan pemerintah harus membayar sekitar Rp900 triliun utang yang jatuh tempo tahun ini.

"Dengan demikian, kebutuhan penarikan utang baru bruto akan mencapai kisaran Rp1.768 triliun," katanya.

Adapun posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 terakhir dilaporkan mencapai Rp9.638 triliun. 

Sementara itu, outlook pembiayaan utang neto APBN 2026 sebesar Rp868 triliun. Di saat bersamaan, pelemahan kurs per 31 desember 2026 atas 31 Desember 2025 diperkirakan akan menambah posisi utang hampir Rp100 triliun, sehingga posisi utang diprediksi tembus Rp10.600 triliun.

"Dengan demikian, posisi utang akhir 2026 akan mencapai Rp10.600 triliun," tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya