Berita

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo (Foto: RMOL)

Hukum

KPK Buka Peluang Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budi

SENIN, 13 JULI 2026 | 10:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memeriksa Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budi Utama, dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang yang melibatkan perusahaan jasa kepabeanan Blueray Cargo.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan fakta-fakta yang terungkap dalam putusan majelis hakim akan dianalisis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus menjadi bahan pengayaan bagi penyidikan yang masih berlangsung.

"Tentunya setiap fakta-fakta yang muncul dalam persidangan nanti juga akan dianalisis oleh JPU, termasuk menjadi pengayaan dalam penyidikan di KPK," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Senin 13 Juli 2026. 


Menurut Budi, perkara pokok telah memasuki tahap penuntutan terhadap para penerima suap. Sementara itu, KPK masih mengembangkan penyidikan sebagaimana telah disampaikan Direktur Penyidikan sebelumnya.

"Sebagaimana kemarin sudah disampaikan Pak Direktur Penyidikan ada pengembangan dalam perkara ini," ujarnya.

Ia menambahkan, penyidik akan kembali memanggil saksi-saksi yang dinilai dapat melengkapi alat bukti dalam pengembangan perkara tersebut.

"Jadi nanti teman-teman tunggu saja update-nya karena pasti akan ada pemeriksaan-pemeriksaan saksi untuk melengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan penyidikan ini," jelasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan terhadap Djaka Budi, Budi belum memberikan kepastian. Menurutnya, penyidik akan memanggil siapa pun yang dianggap diperlukan untuk mengusut perkara tersebut.

"Kita lihat nanti siapa-siapa yang kemudian dibutuhkan oleh penyidik untuk dilakukan pemeriksaan. Dan kami pasti juga akan update ke teman-teman, karena setiap saksi yang kami jadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai bentuk transparansi informasi publik juga akan kami share ke masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat dalam putusan perkara Bos Blueray Cargo, John Field, menyatakan Djaka Budi Utama menerima aliran uang suap sebesar Rp21 miliar. Hakim menyebut uang tersebut diterima secara bertahap melalui skema pembagian berkode "BC1" selama periode Juli 2025 hingga Januari 2026.

Dalam perkara yang sama, hakim juga menyatakan mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Marunda Ahmad Dedi alias Dedi Congor menerima aliran dana Rp30 miliar.

Majelis hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 100 hari kurungan kepada John Field. Sementara dua terdakwa lainnya, Andri dan Dedy Kurniawan, masing-masing divonis 1 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan. 

Hakim menyatakan para terdakwa terbukti memberikan suap kepada sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mempermudah pengurusan barang impor yang ditangani Blueray Cargo.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya