Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Tembus 40 Persen

SENIN, 13 JULI 2026 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tiga pekan berjalan, progres Sensus Ekonomi 2026 telah mencatatkan capaian sekitar 40 persen di tingkat nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) terus memacu pendataan pelaku usaha ini yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Agustus 2026.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan laju pendataan antarwilayah menunjukkan variasi, mulai dari 30 persen hingga melampaui 50 persen. 

Provinsi Bali menjadi salah satu yang menonjol dengan realisasi mencapai 43 persen (peringkat ke-17 nasional), sedangkan wilayah Papua, khususnya Papua Pegunungan, masih menghadapi tantangan akibat kendala geografis.


"Tantangan di Papua, terutama di Papua Pegunungan. Bali di posisi 17," ujar Amalia usai acara penandatanganan Komitmen Bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Gubernur Bali, dikutip Senin 13 Juli 2026. 

Untuk memastikan akurasi data dalam hajatan besar 10 tahunan ini, BPS mengerahkan sistem pemantauan berbasis digital. Teknologi ini mampu melacak keberadaan petugas lapangan secara real-time untuk memastikan pendataan dilakukan presisi sesuai alokasi wilayah.

Istimewanya, BPS juga membagikan hak akses dashboard pemantauan ini kepada para kepala daerah agar perkembangan di wilayah masing-masing bisa diawasi secara langsung.

"Karena sensus ekonomi dilakukan 10 tahun sekali dan membutuhkan anggaran yang besar, maka data yang dihasilkan harus benar-benar akurat," tegas Amalia sembari mengapresiasi dukungan Pemprov Bali yang telah menerbitkan surat edaran hingga tingkat kabupaten/kota.

Menanggapi fasilitas akses real-time dari BPS, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut positif dan berkomitmen memanfaatkannya secara maksimal untuk mengawal pengumpulan data ekonomi daerahnya.

"Saya akan memantau langsung, nanti aksesnya diberikan BPS. Saya minta akhir Juli Bali sudah 60 persen," kata Koster.

Koster menegaskan, integrasi dan percepatan sensus ini sangat krusial. Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan basis data vital bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, sekaligus mengatasi celah keterbatasan data ekonomi yang selama ini kerap dihadapi daerah.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya