Berita

Mantan Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Ada Aroma Tak Wajar di Balik Poses Hukum Febrie Adriansyah

SENIN, 13 JULI 2026 | 01:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Proses penegakan hukum terhadap mantan Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, dinilai tidak wajar karena penanganannya tidak terbuka dan dilakukan kolaboratif antara kepolisian dan kejaksaan.

Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar memandang, kesan tidak wajar sudah diendus publik dalam jumpa pers Febrie sebelum mundur dari jabatan Jampidsus, saat ditanya soal penggeledahan rumah pribadinya yang di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Misalnya, ada pernyataan (Febrie yang menyatakan) benar itu rumah pribadi Jampidsus, benar uang ada yang punya, ada kegiatan. Kalau saya ingat (pelajaran) bahasa Indonesia, simpelnya itu subjek predikat objek dan keterangannya itu sangat tidak jelas," kata Adinda kepada RMOL, Minggu 12 Juli 2026.


Di samping itu, dia juga tidak mendapati keterangan lebih lanjut disampaikan Kejaksaan Agung, sebagai komitmen penegakan hukum serius terhadap Febrie yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), berkaitan batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), PT Asabri, dan PT Krakatau Steel.

"Jadi ketika ada sesuatu yang sifatnya tidak wajar, pikiran publik justru wajar menurut saya untuk berpikir ke arah sana," sambungnya.

Lebih lanjut, Adinda memerhatikan beberapa kasus yang melibatkan aparat memiliki kesamaan kejadian, ketika terungkap oleh aparat penegak hukum yang melakukan penindakan.

"Itu terlibat kan kasus korupsi pencucian uang dan lain sebagainya," kata Adinda.

Diketahui, penyidik Kortastipidkor Polri membongkar sebuah brankas yang tersembunyi di balik dinding sebuah rumah mewah di Perumahan Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Rabu 8 Juli 2026.

Dari lokasi tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta. Nilai keseluruhan aset yang diamankan diperkirakan mencapai Rp476 miliar.

Selain rumah di Sentul, penyidik juga menggeledah Cafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi tersebut disita dokumen, telepon genggam, serta uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura dengan nilai hampir Rp60 miliar.

Rumah yang digeledah disebut-sebut diduga berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Namun hingga kini Polri belum mengonfirmasi identitas pemilik rumah maupun keterkaitannya dengan pihak tertentu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya