Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah. (Foto: Istimewa)
Seluruh Gelanggang Olahraga (GOR) di lima wilayah kota DKI Jakarta menggelar nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia mulai babak perdelapan final hingga semifinal dan final.
“Hasil rapat, di perdelapan final semua GOR yang ada di wilayah melaksanakan nonton bareng. Termasuk semifinal dan final. Tetap kita melaksanakan kegiatan di lima wilayah kota. Semua tersebar,” ujar Kepala Dispora DKI Jakarta, Andri Yansyah, Minggu, 12 Juli 2026.
Andri menegaskan, penyelenggaraan nobar partai perdelapan final hingga final membutuhkan persiapan lebih karena pertandingan dijadwalkan berlangsung pada dini dan pagi hari. Dispora DKI Jakarta.
“Memang kita butuh effort yang sangat besar karena finalnya jam dua pagi. Tetapi bagaimanapun juga, kami Dispora DKI Jakarta bersama kepala gelanggang tetap melaksanakan nonton bareng. Bahkan di Jakarta Selatan ada tiga titik yang dijadikan untuk nonton bareng,” katanya.
Andri menyampaikan, seluruh penyelenggaraan nobar akan dikelola oleh masing-masing pengelola GOR. Selain menyiapkan lokasi dan layar besar, pengelola juga akan menyediakan makanan ringan dan minuman bagi masyarakat yang hadir.
“Makanya saya sampaikan agar disosialisasikan lebih masif lagi. Karena sebenarnya masalahnya bukan tempat, tetapi waktunya. Masyarakat mungkin merasa berat datang ke Gelanggang Remaja pada jam-jam seperti itu dan lebih memilih menonton di rumah,” katanya.
Menurut Andri, penyelenggaraan nobar di fasilitas olahraga merupakan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta agar seluruh fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan bersama masyarakat selama Piala Dunia berlangsung.
“Bukan hanya Dinas Pemuda dan Olahraga, mungkin juga di kelurahan, kecamatan, kantor wali kota, hingga kantor-kantor melaksanakan kegiatan nonton bareng. Kebetulan fasilitas kami adalah GOR, jadi kami laksanakan di GOR,” ucapnya.
Ia menambahkan, selain menjadi sarana berkumpul bagi masyarakat, kegiatan nobar juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan optimisme terhadap perkembangan sepak bola nasional.
“Kami juga ingin memotivasi dan menciptakan optimisme bahwa suatu saat Indonesia bisa tampil di Piala Dunia. Itu salah satu tujuan pelaksanaan nonton bareng,” tandasnya.