Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

SABTU, 11 JULI 2026 | 13:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

SK Hynix, produsen chip memori asal Korea Selatan sekaligus perusahaan semikonduktor terbesar kedua di negara tersebut, mencatat debut impresif di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. 

Saham perusahaan melonjak 13 persen pada hari pertama perdagangan, Jumat, 10 Juli 2026, waktu AS, mencerminkan tingginya minat investor terhadap bisnis chip yang didorong oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pada penutupan perdagangan, saham SK Hynix ditutup di level 168,01 Dolar AS setelah sempat dibuka pada harga 170 Dolar AS. Saat ini saham diperdagangkan dengan kode SKHYV dan akan berganti menjadi SKHY mulai Selasa mendatang.


Melalui pencatatan saham dalam bentuk American Depositary Receipt (ADR), SK Hynix menghimpun dana sekitar US$26,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat ekspansi, termasuk pembangunan pabrik baru dan investasi peralatan produksi.

Ketua SK Group, Chey Tae-won, menyebut pencatatan saham di Nasdaq sebagai momen bersejarah bagi perusahaan.

"Ini seperti mimpi, dan sekarang mimpi itu telah menjadi kenyataan," kata Chey Tae-won kepada CNBC.

Lonjakan valuasi SK Hynix terjadi seiring meningkatnya kebutuhan chip memori untuk mendukung pengembangan AI. Dalam setahun terakhir, nilai perusahaan telah melonjak lebih dari tujuh kali lipat.

SK Hynix merupakan pemimpin pasar dalam produksi High Bandwidth Memory (HBM), jenis chip memori berkecepatan tinggi yang digunakan pada prosesor AI buatan Nvidia. Teknologi ini menjadi komponen penting untuk menjalankan model AI yang semakin kompleks.

Menurut Chey, permintaan pelanggan terus melampaui kapasitas produksi perusahaan.

"Semua pelanggan saya mengatakan, 'Itu masih belum cukup. Kami membutuhkan lebih banyak lagi,'" ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa permintaan HBM belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

"Permintaannya sangat besar, tumbuh secara eksponensial. Saya tidak melihat tanda-tanda bahwa permintaan HBM akan menyusut," kata Chey.

Selama ini industri chip memori dikenal memiliki siklus naik turun yang tajam. Namun, Chey meyakini era AI telah mengubah pola tersebut secara permanen.

Menurutnya, perkembangan agen AI dan robot AI akan terus mendorong kebutuhan chip memori dalam jumlah sangat besar.

"Agen AI dan robot AI fisik sebenarnya membutuhkan banyak chip memori," ujarnya.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan, SK Hynix tengah memperluas kapasitas produksinya. Perusahaan membangun fasilitas pengemasan chip canggih senilai 4 miliar Dolar AS di negara bagian Indiana, Amerika Serikat.

Investasi terbesar tetap dilakukan di Korea Selatan melalui pembangunan kompleks pabrik semikonduktor di Yongin dengan nilai mencapai 390 miliar Dolar AS.

SK Hynix juga memasok chip memori kepada sejumlah raksasa teknologi dunia, termasuk , , serta berbagai perusahaan teknologi global lainnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya