Berita

Associate Professor Veronica Strandh dari Department of Political Science, Umeå University, Swedia kunjungi Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara.(Foto: Istimewa)

Nusantara

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

SABTU, 11 JULI 2026 | 02:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Associate Professor Veronica Strandh dari Department of Political Science, Umeå University, Swedia melakukan penelitian di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara.

Penelitian Veronica berfokus pada peran Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, manajemen kebencanaan, serta pengembangan kapasitas kerelawanan. 

Dalam kesempatan tersebut, Veronica didampingi Herry Firmansyah dari Divisi Pengembangan Sumber Daya (PSD) Markas Pusat PMI.


Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama menyampaikan apresiasi atas dipilihnya PMI Jakarta Utara sebagai lokasi penelitian. Ia memandang kunjungan ini sebagai ruang strategis untuk saling belajar dan bertukar pengalaman mengenai pembinaan relawan.

“Ini adalah fondasi utama seorang relawan dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan,” ujar Troy dalam keterangannya,

Sementara Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah, menyoroti pentingnya penguatan peran PMI di tengah tantangan bencana yang semakin kompleks, termasuk dampak perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem (heatstroke). 

Menanggapi paparan tersebut, Veronica mengungkapkan kekagumannya terhadap berbagai inovasi dan strategi yang diterapkan PMI Jakarta Utara. Ia menilai pendekatan PMI yang menempatkan pendidikan karakter sosial kemanusiaan secara fundamental sebagai langkah awal sebelum pembekalan teknis merupakan strategi yang unik dan penting.

“Pertemuan ini memberikan inspirasi dan memperkuat pandangan saya mengenai pentingnya investasi dalam kapasitas organisasi dan sumber daya relawan untuk menjalankan mandat kemanusiaan secara berkelanjutan,” kata Veronica.

Pertemuan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Umeå University dan PMI, baik melalui jejaring akademik maupun program kemanusiaan di Swedia.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya