Berita

Terdakwa Bos Blueray Cargo, John Field. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Bos Blueray Cargo John Field Divonis 2 Tahun Penjara

JUMAT, 10 JULI 2026 | 16:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Bos Blueray Cargo, John Field divonis dua tahun penjara dalam kasus suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Putusan itu lebih ringan dari tuntutan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menilai John Field terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut pada perkara tersebut sebagaimana dakwaan primer penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara 2 tahun dan pidana denda sebesar Rp300 juta subsider 100 hari kurungan penjara," kata Ketua Majelis Hakim, Brelly Yuniar Dien Wardi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026


Dalam perkara tersebut, majelis hakim juga memvonis untuk dua terdakwa lainnya, yakni Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, serta Manager Operasional Dedy Kurniawan. Keduanya dihukum pidana penjara 1,5 tahun, serta denda masing-masing Rp200 juta subsider pidana penjara pengganti 80 hari.

Hakim menyatakan, John Field dkk terbukti memberikan suap kepada para pejabat DJBC terkait pengurusan barang-barang impor yang dikelola perusahaan selaku forwarder.

Para pejabat Bea dan Cukai dimaksud, yaitu Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC periode September 2024-Januari 2026, Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intelijen Direktorat P2 DJBC, serta Orlando Hamonangan Sianipar selaku Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat P2 DJBC.

Total suap yang diberikan mencapai Rp63,5 miliar. Rinciannya, uang tunai sebesar Rp61,7 miliar dalam bentuk dolar Singapura tiap bulan sejak Juli 2025 hingga Januari 2026. Berikutnya berupa fasilitas hiburan dan barang mewah. Fasilitas hiburannya senilai Rp1,4 miliar, sementara barang mewah berupa jam tangan merek TAG Heuer senilai Rp65 juta dan mobil Mazda CX-5 senilai Rp330 juta.

Suap-suap itu diberikan dalam rentang waktu Juli 2025 hingga Januari 2026 sebanyak 8 kali. Rinciannya, Pada Juli 2025, Jhon Field dkk memberikan uang sebesar Rp8,2 miliar. Porsi pembagiannya untuk Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp450 juta.

Selanjutnya pada Agustus 2025, pemberiannya sejumlah Rp8,95 miliar dengan pembagian Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp600 juta. Berikutnya pada September 2025, uang suapnya sebesar Rp8,59 miliar dengan pembagian Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp600 juta.

Kemudian pada Oktober 2025, pemberian uang suapnya sebesar Rp8,78 miliar dengan pembagian Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp600 juta. Pada 1 Desember 2025, uang suap yang digelontorkan Rp8,84 miliar yang pembagiannya Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp600 juta.

Berikutnya pada 3 Januari 2026, uang suap sebesar Rp8,93 miliar dengan pembagian Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp600 juta. Pada 29 Januari 2026, kembali uang suap diberikan sejumlah Rp8,97 miliar yang pembagiannya Rizal Rp2 miliar, Sisprian Rp1 miliar, dan Orlando Rp600 juta.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan pikir-pikir, sementara itu para terdakwa dan kuasa hukum memilih menerima putusan tersebut.

JPU KPK sebelumnya menuntut John Field dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp300 juta subsider 100 hari kurungan. Selain John Field, Jaksa juga menuntut Andri dan Dedy Kurniawan masing-masing dengan pidana penjara 2,5 tahun serta denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya