Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Di Forum Kadin, Airlangga Tekankan Penguatan Rantai Pasok dan Kedaulatan Pangan

JUMAT, 10 JULI 2026 | 11:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar KADIN Diplomatic Economic Breakfast di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diplomatik untuk membahas prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Acara dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, serta puluhan duta besar negara sahabat.


Dalam sambutannya, Airlangga mengungkapkan antusiasme tinggi dari komunitas diplomatik terhadap kegiatan tersebut. Tercatat sebanyak 67 negara berpartisipasi dan 34 duta besar hadir secara langsung.

"Pagi ini saya menghadiri acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic. Tadi lebih dari 60 negara, tepatnya 67 negara, dan ada 34 duta besar yang hadir langsung," kata Airlangga.

Ia menjelaskan, forum tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih dipengaruhi konflik geopolitik maupun perkembangan teknologi.

Menurut Airlangga, tantangan global saat ini tidak hanya berasal dari konflik yang belum mereda di Ukraina maupun kawasan Selat Hormuz, tetapi juga disrupsi teknologi seperti artificial intelligence (AI).

"Jadi, di tengah ketidakpastian, terutama selain terkait dengan konflik geopolitik yang belum selesai, baik di Ukraine maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi ketidakpastian dengan teknologi disruption seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain," jelasnya.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi nasional, terutama melalui penguatan rantai pasok, sekaligus menjaga kedaulatan pangan dan energi sesuai arahan Presiden.

"Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain. Dan arahan Pak Presiden, kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi," sambungnya.

Sementara itu, James T. Riady mengapresiasi inisiatif pemerintah yang membuka ruang dialog dengan komunitas diplomatik dan dunia usaha internasional. Menurutnya, forum tersebut memberikan kesempatan bagi para duta besar untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi dan prospek ekonomi Indonesia.

"Dan ini hari juga kami senang sekali mendengar beberapa inisiatif baru yang surprising untuk kita semua adalah ke depan ini mengenai artificial intelligence akan merupakan satu center stage untuk Indonesia," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya