Berita

Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Publika

Negara Mana Saja Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026? Ini Prediksinya

KAMIS, 09 JULI 2026 | 12:30 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

ADA yang membuat perempat final Piala Dunia 2026 terasa berbeda. Delapan negara yang tersisa bukan hanya membawa ambisi menjadi juara dunia, tetapi juga membawa cerita sejarah yang telah berlangsung selama ratusan tahun. 

Ada kisah penjajahan, kejayaan imperium, invasi bangsa Viking, hingga negara yang memilih netral ketika dunia sibuk berperang.

Untungnya, kali ini mereka tidak datang membawa kapal perang, meriam, atau surat perjanjian. Mereka datang membawa bola.


Bagi saya, inilah keindahan Piala Dunia. Di balik setiap pertandingan, selalu ada cerita yang jauh lebih tua daripada sepak bolanya sendiri.

Laga pertama mempertemukan Prancis melawan Maroko. Sejarah mencatat, sejak 1912 hingga 1956 Maroko berada di bawah Protektorat Prancis sebelum akhirnya meraih kemerdekaan. 

Kini, lebih dari setengah abad kemudian, keduanya kembali bertemu. Bukan di meja diplomasi, melainkan di lapangan hijau.

Kalau dulu Prancis sibuk mengatur administrasi Maroko, sekarang Maroko sibuk mencari cara mengatur jadwal kepulangan Prancis dari Piala Dunia.

Maroko sudah berkali-kali membuktikan diri sebagai spesialis pembunuh raksasa. Namun Prancis juga bukan tim yang mudah panik. Mereka justru sering tampil lebih berbahaya ketika mulai ditekan. 

Karena itu saya masih menjagokan Prancis menang tipis 2-1. Walaupun, kalau pertandingan sampai adu penalti, stok obat maag di Paris mungkin ikut menipis.

Lanjut ke Spanyol melawan Belgia. Pada abad ke-16 dan ke-17, Spanyol pernah menjelma menjadi salah satu imperium terbesar di dunia dengan armada laut yang menguasai berbagai jalur perdagangan lintas samudra. 

Belgia memang tidak sebesar Spanyol, tetapi sejarah kolonialnya di Kongo menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah Afrika.

Untungnya, perempat final ini bukan sidang sejarah dunia. Di lapangan, Spanyol bermain seperti dosen matematika. Semua operan harus presisi, semua pergerakan ada rumusnya. Belgia sebaliknya, lebih seperti mandor proyek. Tidak banyak teori. Begitu ada celah, langsung dihajar.

Masalahnya, kalau terlalu lama mengejar bola milik Spanyol, pemain Belgia bisa pulang sambil bertanya, "Tadi saya main bola atau ikut tes lari?"

Saya melihat Spanyol akan menang 2-0 berkat penguasaan bola yang perlahan menguras tenaga lawan.

Laga Norwegia melawan Inggris mungkin yang paling kental aroma sejarahnya. Sekitar seribu tahun lalu, bangsa Viking dari Norwegia berkali-kali menyerbu wilayah Inggris menggunakan kapal panjang.

Sekarang mereka datang lagi. Untung saja kapal Viking-nya sudah pensiun. Kalau belum, mungkin Haaland sekalian datang lewat laut.

Bedanya, dulu warga Inggris panik melihat layar kapal Viking di cakrawala. Sekarang bek Inggris panik melihat Haaland berlari menyambut umpan. Efeknya kurang lebih sama, sama-sama bikin jantung berdebar.

Norwegia baru saja menyingkirkan Brasil. Inggris memang punya tradisi panjang, tetapi tradisi tidak bisa dipakai mengejar striker yang sedang melesat di ruang kosong. Saya memprediksi Norwegia kembali membuat kejutan dengan kemenangan 2-1.

Terakhir, Argentina menghadapi Swiss. Dua negara yang seolah lahir dari dua buku panduan kehidupan yang berbeda. 

Argentina dikenal penuh dinamika politik dan ekonomi, tetapi justru melahirkan banyak pesepak bola jenius. Swiss identik dengan netralitas, stabilitas, presisi, dan jam tangan yang terkenal di seluruh dunia.

Kalau Argentina tipikal "gas dulu, urusan belakangan", Swiss lebih memilih "rapat dulu, baru gas." Argentina bermain dengan emosi. Swiss bermain dengan kalkulator. 

Bayangkan kalau tambahan waktu ditentukan oleh orang Swiss. Mungkin bukan lima menit, melainkan lima menit tiga belas detik.

Namun sejarah Piala Dunia sering berpihak kepada tim yang berani mengambil risiko. Selama kreativitas pemain-pemain Argentina masih mengalir, saya melihat Albiceleste akan menang 3-1 dan melangkah ke semifinal.

Pada akhirnya, saya selalu percaya bahwa Piala Dunia bukan sekadar turnamen sepak bola. Ia adalah panggung tempat sejarah dunia sesekali ikut bermain.

Dulu negara-negara ini saling berhadapan demi wilayah, kekuasaan, dan pengaruh. Kini mereka bertarung demi sebuah trofi emas yang tingginya bahkan tidak sampai setengah meter.

Begitulah sejarah. Dulu ditulis dengan tinta, diplomasi, bahkan peperangan. Sekarang cukup ditulis lewat papan skor.

Dan mungkin, inilah satu-satunya panggung di dunia di mana dendam sejarah boleh dibalas dengan gol, bukan dengan meriam.

*Pemain Bola Kampung

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya