Berita

Penyandang disabilitas tuna daksa sekaligus perajut kain, Elis Juarsih (47) mengajarkan cara membuat gelang dengan merajut benang kepada anggota Green Warriors. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

RABU, 08 JULI 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) memberdayakan penyandang disabilitas di Kampung Rajut Binong Jati, Bandung, Jawa Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Melalui program bertajuk Bersama Merajut Asa Kita, penyandang disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Fable memperoleh dukungan berupa akses bahan baku, pendampingan, hingga pemasaran produk rajut sehingga dapat bekerja dari rumah sesuai kondisi masing-masing.

Koordinator Komunitas Fable, Elis Juwarsi mengaku program tersebut membantu para perajin difabel memperoleh penghasilan yang lebih stabil.


"Dulu kami kesulitan memasarkan hasil kerajinan. Sekarang kami bisa terus berkarya dan memiliki penghasilan yang lebih tetap. Di sini kami dipandang dari kemampuan, bukan dari keterbatasan," ujar Elis dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 8 Juli 2026.

Saat ini terdapat sekitar 10 anggota Komunitas Fable yang aktif memproduksi berbagai kerajinan rajut. Selain meningkatkan pendapatan, program tersebut juga membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya secara mandiri.

Local Hero Kampung Rajut Binong Jati, Eka Rahmat Jaya mengatakan, pemberdayaan masyarakat juga dibarengi dengan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

"Limbah rajut dan botol plastik kami olah kembali menjadi bahan baku maupun produk baru. Dengan begitu, warga mendapat tambahan penghasilan sekaligus mengurangi sampah," katanya.

Praktik tersebut menjadi materi pembelajaran bagi sekitar 15 pelajar SMA di Kota Bandung yang mengikuti program GreenBus Pertamina. Para peserta belajar merajut, memilah limbah tekstil, hingga menyaksikan proses daur ulang sisa benang menjadi produk bernilai ekonomi.

Salah seorang peserta, Yasmin Hasari dari SMAN 12 Bandung, mengaku mendapat pengalaman baru mengenai pengelolaan sampah.

"Yang paling berkesan buat aku adalah belajar memilah sampah dan melihat bahwa limbah masih bisa dimanfaatkan kembali," ujarnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari manfaat ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Melalui pemberdayaan perajin difabel di Kampung Rajut Binong Jati, kami ingin membuktikan bahwa inklusivitas dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," kata Baron.

Menurutnya, program tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya