Berita

Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes I Gusti Gde Era Adhinata (kanan) dan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo. (Foto: Dok. Polri)

Hukum

Polisi Tetapkan Tujuh Tersangka Pembunuhan Pilot AS di Yahukimo

RABU, 08 JULI 2026 | 19:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus pembakaran pesawat PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dan pembunuhan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Kapten Nicholas F. Goselin, di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini masih diburu aparat.

"Hasil gelar perkara menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Ketujuh tersangka saat ini telah berstatus DPO dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan pengejaran," kata Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes I Gusti Gde Era Adhinata di Timika, Rabu, 8 Juli 2026.


Menurut Era, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti berupa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan saksi, barang bukti, serta hasil gelar perkara.

Para tersangka diduga secara bersama-sama membunuh pilot pesawat sekaligus membakar pesawat sipil yang mengakibatkan terganggunya keselamatan penerbangan.

Mereka dijerat Pasal 459 juncto Pasal 20 KUHP, subsider Pasal 458 juncto Pasal 20 KUHP, dan atau Pasal 586 juncto Pasal 20 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Berdasarkan hasil olah TKP, pesawat Pilatus PC-6/B2-H4 Turbo Porter registrasi PK-RCY mengalami kerusakan sekitar 90 persen akibat terbakar.

Dari lokasi kejadian, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya bangkai pesawat, serpihan bodi, selongsong peluru kaliber 5,56 mm, serta sampel tanah yang akan diperiksa di Laboratorium Forensik.

Petugas juga menemukan sebuah honai yang diduga menjadi markas kelompok bersenjata dengan papan bertuliskan "Markas Komando Daerah Militer TPNPB Kodap VII Balinggama".

Di lokasi itu ditemukan berbagai barang bukti, antara lain atribut bergambar Bintang Kejora, pakaian loreng, senjata tajam, senapan angin, perangkat penyimpanan data, kamera, serta dokumen yang diduga berkaitan dengan keanggotaan TPNPB.

"Di dalam tas tersebut juga ditemukan sejumlah kartu anggota TPNPB beserta dokumen lainnya yang saat ini masih dalam proses verifikasi dan pendalaman untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa ini maupun jaringan kelompok yang terlibat," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya