Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setneg)

Politik

Prabowo sedang Menegakkan Hukum secara Benar

RABU, 08 JULI 2026 | 13:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dugaan krisis yang akan terjadi di pemerintahan Prabowo Subianto tidak akan terjadi sama sekali. Sebab yang terjadi adalah krisis terhadap oligarki. 

Demikian disampaikan pegiat politik sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 98, Andrianto Andri dalam acara Seminar bertajuk "Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis Politik Pemerintahan Prabowo", yang diselenggarakan Program Studi Doktor Ilmu Politik Univeritas Nasional di Menara Unas, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa 7 Juli 2026.

"Kenapa? Secara sederhana saya melihat hanya Prabowo yang hari ini yang mampu menegakkan hukum sebaik-baiknya melawan oligarki," kata Andri, dikutip Rabu 8 Juli 2026.


Sebagai contoh, alumni FISIP Unas itu menyinggung penanganan perkara yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. Menurutnya, meski memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh di sekitar presiden, proses hukum terhadap Nadiem tetap berjalan.

"Kita semua tahu, Nadiem adalah orang dekat Prabowo, tetapi dia membiarkan Nadiem diadili. Terlihat jelas Prabowo menghendaki tegaknya supremasi hukum," kata Andri.

Ia juga menyinggung penanganan dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kedekatan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dengan presiden tidak menjadi penghalang bagi penegakan hukum.

"Begitu tahu dia korupsi, Prabowo tidak segan memecatnya dan meminta Kejaksaan Agung memeriksa tiga mantan pimpinan BGN yang berujung pada penetapan status tersangka kepada mereka dan ditahan," kata Andri.

Menurut Andri, berbagai langkah tersebut menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam menegakkan konstitusi dan supremasi hukum.

"Jadi, saya berani mengambil kesimpulan, Prabowo sedang menegakkan konstitusi secara benar," kata Andri.

Dalam seminar tersebut, Andri bersama sejumlah narasumber lain, seperti Fuad Bawazier, Selamat Ginting, Irma Indriyani dan lainnya membahas tantangan pemerintahan Prabowo dari berbagai perspektif politik dan geopolitik.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya