Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Banyak Aduan, Komisi II Minta BPN dan PPAT Pastikan Layanan Pertanahan Cepat dan Transparan

RABU, 08 JULI 2026 | 09:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kepastian waktu penyelesaian, tarif, dan alur layanan pertanahan, dinilai masih perlu dibenahi. 

Kementerian ATR/BPN bersama Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) didorong menghadirkan pelayanan yang lebih memberikan kepastian kepada masyarakat.

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, kualitas pelayanan PPAT sangat bergantung pada sistem yang dibangun BPN. Karena itu, pembenahan tata kelola pelayanan pertanahan harus menjadi prioritas.


"Mau cepat, aman, transparan, maupun soal biaya, pada akhirnya sangat ditentukan oleh sistem yang dibangun BPN," ujar Bahtra dalam RDPU Komisi II DPR RI bersama Kementerian ATR/BPN dan Pengurus Pusat Ikatan PPAT di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia mengatakan Komisi II masih menerima banyak pengaduan masyarakat terkait ketidakpastian waktu penyelesaian, tarif, dan proses layanan pertanahan. Untuk itu, ATR/BPN diminta menetapkan standar pelayanan yang memuat kepastian waktu penyelesaian pada setiap tahapan.

Selain itu, PPAT juga didorong memberikan informasi secara terbuka mengenai alur, tahapan, dan estimasi waktu penyelesaian layanan kepada masyarakat.

"?elayanan publik harus semakin transparan, akuntabel, dan tidak boleh dipersulit," tutup Bahtra.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya