Berita

Ilustrasi Gunung Merapi (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Viral Pendaki Padati Gunung Merapi via Selo, TNGM Sebut Tidak Direkomendasikan

SELASA, 07 JULI 2026 | 21:18 WIB | OLEH: TIFANI

Sebuah video yang memperlihatkan ramainya pendaki Gunung Merapi via Selo viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat jalur pendakian dipadati para pendaki.

“Merapi rame banget,” tulis keterangan akun tersebut dikutip, Selasa (7/7/2026).

Sementara itu, Balai Nasional Taman Gunung Merapi (BNTGM) tidak merekomendasikan pendakian karena adanya peningkatan aktivitas dari level normal ke waspada. Banyaknya pendaki itu terjadi setelah beredar kabar pendakian Gunung Merapi via Selo dibuka secara mandiri.


Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian Merapi di wilayah D.I. Yogyakarta (DIY)–Jawa Tengah (Jateng) hingga kini masih ditutup dan belum direkomendasikan untuk umum. Mengutip pernyataan resmi tertanda Kepala Balai TNGM Heri Wibowo yang diunggah akun Instagram @btn_gn_merapi, penutupan jalur pendakian telah diberlakukan sejak 22 Mei 2018 setelah status aktivitas Gunung Merapi naik dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

Selanjutnya, pada 5 November 2020, status aktivitas kembali meningkat menjadi Level III (Siaga) dan hingga kini status tersebut masih berlaku.

“Untuk sementara, kegiatan pendakian Gunung Merapi tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan upaya mitigasi bencana,” tulis Balai TNGM dalam pernyataannya.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode 19-25 Juni 2026 yang diterbitkan BPPTKG, aktivitas vulkanik Merapi masih tergolong tinggi dengan aktivitas erupsi efusif dan status gunung masih berada pada Level III (Siaga). Suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung sehingga sewaktu-waktu dapat memicu guguran lava maupun awan panas guguran yang meluncur mengikuti alur sungai di lereng gunung.

Saat ini, potensi bahaya berada di sektor selatan–barat daya, meliputi alur Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 5 kilometer dari puncak. Sementara di alur Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng, material vulkanik berpotensi meluncur hingga 7 kilometer dari puncak.

Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup alur Sungai Woro dengan jarak luncur maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak. Selain itu, jika terjadi letusan eksplosif, lontaran batu pijar diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Balai TNGM kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak sesuai rekomendasi BPPTKG/PVMBG. Menurut TNGM, jalur pendakian melalui New Selo menuju puncak Gunung Merapi justru berada di dalam kawasan rawan tersebut. 

Jalur tersebut meliputi pintu gerbang hingga Pos I yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari puncak, Pos II sekitar 1,64 kilometer, Pasar Bubrah sekitar 0,7 kilometer, hingga kawasan puncak. Seluruh titik tersebut masuk dalam zona yang berpotensi terdampak lontaran material vulkanik maupun awan panas, sehingga aktivitas pendakian dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pendaki.

Balai TNGM juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait pembukaan jalur maupun aktivitas pendakian Gunung Merapi. Sebagai alternatif, masyarakat masih dapat menikmati wisata soft trekking di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, salah satunya Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang yang berada di luar radius bahaya, sekitar 3,3 kilometer dari Pos IV atau pos pendakian terakhir.

Balai TNGM menegaskan penutupan jalur pendakian dilakukan untuk mematuhi rekomendasi instansi teknis yang berwenang sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya