Berita

Kepala PBB desak perlindungan anak-anak dari perkembangan kecerdasan buatan atau AI (Unggahan akun X @antonioguterres)

Dunia

PBB Desak Aturan Global AI, Guterres: Jangan Jadikan Anak Kelinci Percobaan

SELASA, 07 JULI 2026 | 14:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memperingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) berlangsung jauh lebih cepat dibanding kemampuan dunia untuk mengaturnya. Karena itu, ia mendesak pembentukan aturan global agar AI berkembang secara aman dan bermanfaat bagi umat manusia.

Dalam Dialog Global pertama tentang Tata Kelola AI di Jenewa, Guterres menegaskan bahwa dunia tidak boleh membiarkan AI menentukan masa depan manusia.

"AI sudah mengubah dunia kita. Pertanyaannya adalah apakah kita akan membentuk transformasi ini bersama-sama, atau membiarkan transformasi ini membentuk kita," ujarnya, dikutip Selasa 7 Juli 2026.


Ia juga mengingatkan bahwa teknologi AI kini mampu memengaruhi ekonomi, dunia kerja, pemilu hingga keamanan global. Menurutnya, perkembangan tersebut terjadi lebih cepat daripada kemampuan pemerintah maupun para pengembang untuk mengimbanginya.

Guterres menyoroti pentingnya perlindungan bagi anak-anak. Ia mengatakan AI telah masuk ke kehidupan anak-anak, mulai dari proses belajar, pertemanan hingga pertanyaan pribadi sebelum dampaknya benar-benar dipahami.

"Tidak ada anak yang seharusnya menjadi kelinci percobaan untuk AI yang tidak diatur," ujarnya.

Ia mengusulkan Janji Keamanan Anak Berbasis AI, yang mewajibkan perusahaan membuktikan bahwa sistem AI yang dapat diakses anak-anak benar-benar aman serta memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap eksploitasi dan pelecehan seksual.

Selain itu, Guterres juga memperingatkan bahwa kekuatan AI kini terkonsentrasi di segelintir perusahaan dan negara, sehingga banyak negara tidak memiliki suara dalam menentukan arah perkembangan teknologi tersebut.

Di bidang militer, ia menyampaikan peringatan paling keras terhadap penggunaan sistem senjata otonom mematikan.

"Mari kita sebut apa adanya: robot pembunuh. Mesin memilih dan menyerang target serta merenggut nyawa tanpa kendali manusia. Itu menjijikkan secara moral dan harus dilarang oleh hukum internasional," ujar Guterres.

Sebagai langkah ke depan, Guterres menyerukan pembentukan sistem tata kelola AI global, standar bersama untuk menguji risiko AI, serta Dana Global AI guna membantu negara berkembang membangun kapasitas teknologi. 

Ia menegaskan bahwa generasi saat ini mungkin menjadi generasi terakhir yang masih memiliki kesempatan menetapkan aturan agar manusia dan AI dapat hidup berdampingan dengan aman.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya