Berita

Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama PSI. (Foto: Dok PSI)

Politik

Tak Sekadar Seremoni, Safari Politik Jokowi Harus Bawa Solusi

SELASA, 07 JULI 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah dinilai masih akan terus memicu pro dan kontra.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai, publik masih melihat hubungan antara Jokowi dan PDI Perjuangan (PDIP) sebagai konflik politik yang belum benar-benar berakhir. 

"Publik melihat ini sebagai konflik politik lanjutan antara PDIP dengan Jokowi. Kita tahu, di akhir masa kekuasaannya Jokowi memilih jalan yang tidak lagi sama dengan PDIP dan kemudian berkoalisi dengan Prabowo Subianto," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 7 Juli 2026.


Karena itu, lanjutnya, setiap aktivitas politik Jokowi, termasuk kunjungan ke berbagai daerah, kerap dikaitkan dengan hubungan yang memanas antara mantan kader PDIP tersebut dengan partai berlambang banteng.

"Ini yang kemudian membuat banyak pihak mengatakan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan PDIP dan Jokowi pasti akan dipersepsikan sebagai bagian dari konflik politik yang panjang," ujarnya.

Adi juga menyoroti respons sejumlah politisi PDIP terhadap langkah politik Jokowi yang belakangan mendapat balasan dari pendukung Jokowi, termasuk kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) maupun para relawan.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada pihak yang berhak membatasi ataupun mengatur seseorang untuk melakukan kunjungan politik.

Lebih jauh, Adi berharap safari politik para elite tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, kunjungan ke daerah semestinya menjadi momentum untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kalau ada sekolah yang rusak, jalan yang rusak, jembatan yang dibangun secara gotong royong karena tidak ada anggaran, masyarakat juga berhak meminta perhatian kepada para tokoh yang datang berkunjung," katanya.

Menurut Adi, masyarakat kini berharap kehadiran para elite politik tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi atau konsolidasi politik, melainkan juga diikuti kontribusi nyata bagi daerah yang dikunjungi.

"Tentu masyarakat berharap tidak hanya ada kunjungan, tetapi juga ada solusi dan kontribusi yang bisa diberikan secara signifikan," pungkasnya.


Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya