Berita

Ilustrasi Rupiah (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Sentimen Global Membaik, Mengapa Pasar Domestik Justru Pasang Kuda-Kuda?

SENIN, 06 JULI 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar keuangan global menutup pekan lalu dengan napas lega. Meredanya ketegangan di Timur Tengah sukses menjinakkan harga minyak dunia kembali ke level normalnya. 

Sentimen positif ini langsung memicu pemburuan aset berisiko di negara-negara berkembang.

Namun bagi Indonesia, pesta global tersebut harus tertahan. Ketika dunia mulai optimistis, rapor ekonomi domestik justru menyalakan alarm peringatan: inflasi Juni melonjak ke inflasi tahunan melonjak ke 3,34 persen, nyaris menyentuh batas atas target dan neraca perdagangan Mei secara tak terduga tekor hingga 1,61 miliar Dolar AS. 


Kontras ini memaksa Bank Indonesia tetap memasang kuda-kuda defensif.

Sepanjang pekan lalu, dinamika ekonomi dunia memberikan peta jalan yang beragam bagi para investor:

Pasar tenaga kerja Paman Sam mulai kehabisan bensin. Meski tingkat pengangguran turun tipis ke 4,2 persen, penciptaan lapangan kerja (nonfarm payrolls) Juni hanya mampu mencetak angka 57.000, jauh panggang dari api dari ekspektasi pasar yang mematok 110.000. 

Dilema ini membuat pasar memproyeksikan The Fed tetap berhati-hati, dengan spekulasi satu kali lagi kenaikan suku bunga hingga akhir 2026.

Inflasi Zona Euro melandai ke angka 2,8 persen secara tahunan, memberikan sinyal stabilitas ekonomi yang lebih baik.

Sektor manufaktur China (NBS PMI) sukses balik ke zona ekspansif di level 50,3. Sementara itu, Jepang masih harus berjuang dengan pemulihan daya beli rumah tangga yang berjalan lambat.

Dinamika tersebut langsung mengocok ulang portofolio pasar sepekan terakhir.  

Weekly Commentary  PT Ashmore Asset Management Indonesia  menyoroti, bahwa di panggung domestik, sektor industri (+4,86 persen) dan teknologi (+2,24 persen)  tampil perkasa sebagai motor utama IHSG. 

Kontras dengan sektor keuangan yang turun 1,35 persen dan kesehatan yang juga amblas 1,27 persen yang harus rela parkir di zona merah akibat aksi ambil untung dan kehati-hatian investor.

Di pasar komoditas dan alternatif, Bitcoin menguat 3,26 persen dan batu bara naik 3,09 persen keluar sebagai juara pekan lalu. Sebaliknya, gas alam menyusut 2,85 persen. 

Penurunan harga minyak global memang menjadi katalis positif untuk menekan inflasi impor kita. Namun, dengan inflasi domestik yang memanas serta defisitnya neraca perdagangan, peluang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat tampaknya sudah tertutup.

Menghadapi situasi yang masih rapuh ini, menurut Ashmore, strategi investasi terbaik adalah tetap selektif dan defensif.

Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) dengan fundamental likuid dan kokoh wajib menjadi prioritas utama untuk mengamankan portofolio. Untuk sepekan ke depan, mata pasar akan tertuju pada dua hal: konsistensi pemulihan arus logistik di Selat Hormuz dan realisasi reformasi pasar di dalam negeri.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya