Berita

Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. (Foto: Dok. Komdigi)

Politik

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

MINGGU, 05 JULI 2026 | 16:01 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah mengubah arah kebijakan program literasi digital nasional untuk memperkuat kecakapan masyarakat menghadapi gempuran perkembangan kecerdasan artifisial (AI), disinformasi, hingga berbagai ancaman keamanan di ruang siber.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menegaskan, program literasi digital kini tidak boleh lagi hanya berkutat pada pengenalan dasar internet atau cara menggunakan perangkat digital. Kebutuhan masyarakat sudah jauh bergeser sehingga diperlukan peningkatan kompetensi yang jauh lebih kontekstual.

"Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang," ujar Nezar dikutip pada Minggu, 5 Juli 2026.


Nezar menjelaskan, perombakan strategi ini mengacu pada hasil evaluasi mendalam yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terhadap program literasi digital yang telah berjalan hampir satu dekade.

"Kita melakukan program-program literasi digital sudah hampir satu dekade dan evaluasi Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu," katanya.

Kini, fokus program diarahkan penuh untuk melatih kemampuan masyarakat dalam mengenali, memverifikasi, hingga menangkal badai disinformasi, misinformasi, serta hoaks yang kian masif seiring perkembangan AI.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memahami cara kerja teknologi baru ini agar bisa memanfaatkannya secara bertanggung jawab demi mendongkrak sektor ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Senada dengan itu, penguatan literasi keamanan siber juga menjadi perhatian serius Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Satryo Suryantoro menegaskan bahwa keberhasilan membangun benteng pertahanan digital ini tidak bisa dibebankan pada satu institusi saja.

"Keberhasilan literasi keamanan siber tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, komunitas, dunia usaha, media, maupun masyarakat luas," ujar Satryo.

Satryo menambahkan, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kunci utama memperkuat ketahanan digital nasional. Sinergi ini dibutuhkan di tengah meroketnya ancaman kejahatan siber yang kini mulai memanfaatkan teknologi AI, serangan phishing, rekayasa sosial (social engineering), hingga persebaran disinformasi yang kian sistematis.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya