Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Mirip SBY-JK, Gibran Bisa Head to Head Lawan Prabowo di 2029

MINGGU, 05 JULI 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jalan politik Gibran Rakabuming Raka menuju kursi RI 1 setelah Prabowo Subianto akan semakin terbuka apabila duet Prabowo-Gibran berlanjut hingga dua periode.
 
"Kalau Prabowo-Gibran lanjut dua periode, ini bisa jadi langkah mulus bagi Gibran untuk menjadi the next presiden setelah Prabowo," kata pengamat politik Adi Prayitno lewat kanal Yotube miliknya, Minggu, 5 Juli 2026.

Namun, menurutnya, publik juga melihat kemungkinan lain apabila duet Prabowo-Gibran tidak kembali terwujud pada Pilpres 2029.


"Kalau Gibran memang tidak berjodoh berduet kembali dengan Prabowo Subianto, tentu peran politiknya harus berani. Gibran harus maju di 2029 sebagai calon presiden, meskipun harus head to head dan berkompetisi dengan Prabowo," ujarnya.

Adi menegaskan, persaingan antara tokoh yang sebelumnya berada dalam satu pemerintahan merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Ia mencontohkan kontestasi politik antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

"Karena dalam politik adalah hal yang lumrah. Hari ini teman, besok berkompetisi. Itu pernah terjadi dengan Pak Jusuf Kalla. Tahun 2004 SBY-JK menjadi pasangan presiden dan wakil presiden. Tapi pada 2009 SBY maju, JK juga maju, saling berhadapan satu sama lain," jelasnya.

Menurut Adi, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hubungan politik dalam satu koalisi tidak selalu berakhir dengan pasangan yang sama pada pemilu berikutnya. 

Karena itu, kemungkinan Gibran maju sebagai calon presiden dan berhadapan langsung dengan Prabowo pada Pilpres 2029 merupakan skenario yang sah dalam dinamika politik nasional.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya